Biden mendukung periang perdana ke senarai transformasi lingkungan ijmal

Pengarang: Robert C Stowe, Universitas Harvard

Presiden AS Joe Biden betul-betul menggaplok transformasi lingkungan. Dia berbaur pulang beserta Perjanjian Paris atas yaum perdana periode kepresidenannya, menjemput penghampiran ‘semesta rezim’ mendapatkan melampaui transformasi lingkungan, mengajukan sebesar rintisan manajer pula menyalakan pulang yg beda mendapatkan memotong emisi, pula sudah menyimpan transformasi lingkungan dekat antara kunci. membersihkan peraturan prasarana yg diusulkan – Rencana Pekerjaan Amerika.

Seperti yg dijanjikan semasa persuasi pemilihannya, Biden serupa menurunkan KTT Pemimpin maya berkenaan Iklim atas 22 pula 23 April, dekat mana beliau merilis keinginan deklinasi emisi AS yg ambisius dekat geladak Perjanjian Paris.

Apakah Amerika Serikat pulang demi komandan ijmal batin hati transformasi lingkungan?

Terlepas per usaha Biden, kemalasan rezim Trump kepada operasi layak semesta pula perlawanan iklimnya lagi sehat dekat angan-angan karet komandan ijmal lainnya. Mereka serupa terkenang eks kepala negara AS George W Bush menolak Protokol Kyoto sehabis rezim Clinton menandatanganinya. Para komandan semesta pirsa cocok bahwa zig-zag AS atas kebijaksanaan lingkungan mencuat per ketatanegaraan pribumi — pula mereka memeriksa tanda-tanda kesusahan yg suah dikenal dekat Washington.

Presiden Biden saja memiliki sebagian besar kurang dekat Kongres, menyimpan peraturan yg hendak diperlukan mendapatkan mendatangi inklusif senarai lingkungan ambisiusnya dekat pengembara penguasaan. Rencana prasarana muda Presiden suah bersoal dekat Kongres. Biden mentak putus terlebih sebagian besar konferensi yg kurang ini batin hati penentuan muncung masa 2022, pula berpotensi kepresidenan itu mufrad atas warsa 2024 sama seorang Republikan seolah-olah Trump, menyimpan gerakan manajer yg cakap dirinya lakukan beserta efek tegap.

Seperti yg dikatakan Kementerian Luar Negeri China atas 16 April, demi persepsi buat hasrat AS mendapatkan mengerjakan makin inklusif atas lingkungan: ‘Kembalinya Amerika Serikat layak sekaligus tidak demi aru yg pulang, namun demi pelajar yg membolos pulang ke kasta’ . China, India, pula negara-negara beda beserta emisi yg bermakna hendak lantas melampaui transformasi lingkungan berlandaskan penyigian pula rekognisi mereka mufrad berkenaan pasal tertulis pula keinginan ketatanegaraan pribumi mereka mufrad, tidak berlandaskan segalanya yg mereka menjeling demi kepemimpinan AS yg berubah-ubah pula khayalan.

Namun, Amerika Serikat makbul menggabungkan 40 hulu daerah pula rezim dekat Leaders Summit on Climate. Para komandan ini mentak selaku berselindung mengesahkan bahwa, sedangkan tampak kesangsian tegap berkenaan kelanjutan kepemimpinan lingkungan AS, rezim Biden yg membereskan daerah pembina emisi terbesar kedua dekat alam sama dengan kenaikan per catur warsa Trump tengah. Bahkan misalnya rezim Biden saja menyimpan rangkap engat catur warsa periode tugas, mereka mentak berputar yg pokta mendapatkan mendukungnya, menimbang bahwa transformasi lingkungan sama dengan hal ihwal temporer pula tahun-tahun kelak terlalu pokok batin hati mengelukkan kurva emisi ke geladak.

Salah uni juntrungan superior per KTT ini sama dengan mendapatkan menyisihkan pembicaraan kirim negara-negara pembina emisi superior mendapatkan mengantarkan keinginan yg makin ambisius dekat geladak Perjanjian Paris. Sejumlah komandan merilis prasetia perdana, tercantum komandan Korea Selatan pula Jepang. China pula India, pembina emisi terbesar perdana pula keempat dekat alam, tak.

Tetapi timbul sebelum KTT, China bertaki mendapatkan memakai akad semesta yg pokok mendapatkan memotong emisi udara panti cermin yg terpendam selain zat arang dioksida. India pula Amerika Serikat setuju mendapatkan memelihara pula meligat penyiaran teknologi upaya putih. Para pengikut merilis inklusif sebahat ataupun gerakan beda, tercantum prasetia ‘net-zero’ jangka lengkung berjarak. Mustahil mendapatkan memutuskan berapa inklusif per ini hendak diumumkan sonder KTT Biden, namun absolut terus tak seluruh pula absolut terus tak beserta langkah yg seperti itu menggemparkan.

Juga sehubungan beserta KTT, Amerika Serikat menyalakan pulang rangkap tulangbelulang kelembagaan pokok mendapatkan melampaui transformasi lingkungan. Pertama, KTT berlaku mendapatkan menurunkan pulang Forum Ekonomi Utama (MEF) yg dipimpin AS berkenaan Energi pula Iklim, yg anggotanya sama dengan 17 daerah pembina emisi terbesar dekat alam pula yg sudah telantar semasa rezim Trump. Di geladak rezim Bush pula Obama, ramah tamah MEF mengasung waktu mustahak penting mendapatkan hubungan permisif dekat celah negara-negara pembina emisi tegap pula menyomenyungkurkong mengkatalisasi konvergensi batin hati situs persidangan menjelang perhimpunan tahunan transformasi lingkungan PBB.

Kedua, operasi layak bilateral AS-China dekat yak lingkungan dihidupkan pulang sebelum KTT (sedangkan tampak snark diplomatik China). Perjanjian bilateral atas warsa 2015 menjadi hal pokok batin hati kemakbulan Perjanjian Paris. Para komandan semesta yg menyaksikan John Kerry (selama itu Menteri Luar Negeri AS, waktu ini Utusan Khusus Presiden AS mendapatkan Iklim) pula Xie Zhenhua (belakangan hulu negosiator lingkungan China, waktu ini Utusan Khusus China mendapatkan Perubahan Iklim) pulang ke kenap absolut bergembira — pula mentak didorong mendapatkan ‘memetik’ dekat Zoom.

Presiden Biden lantas mengasung berbilang pangkat kepemimpinan atas KTT G7 atas 11-13 Juni, tercantum afirmasi yg perkasa berkenaan lingkungan batin hati komunike-nya. Setidaknya dirinya tak merintangi. KTT G20 dekat Roma atas rembulan Oktober diharapkan cakap menghunus keuntungan per KTT Pemimpin serupa — 20 anggotanya menerkam seluruh bagian MEF.

Kami belakangan hendak menyandingi Konferensi Para Pihak Perubahan Iklim PBB warsa ini dekat Glasgow atas rembulan November beserta berbilang periang, sepenggal berkah kemakbulan biasa KTT Pemimpin berkenaan Iklim batin hati meligat gerakan yg makin ambisius pula membina pulang tradisi mendapatkan melampaui transformasi lingkungan. Mungkin kepemimpinan AS pulang tengah – sedikitnya mendapatkan warsa ini, pula sedikitnya dekat Glasgow. Dan mentak itu patut mendapatkan selama ini.

Robert C Stowe sama dengan Co-Direktur Proyek Harvard berkenaan Perjanjian Iklim pula Direktur Eksekutif Program Ekonomi Lingkungan Harvard dekat Sekolah Pemerintahan John F Kennedy, Universitas Harvard.