BJP, Kongres bertaki kali Prancis menganju interogasi ‘banyak peka’

Mediapart menjelaskan interogasi berkenaan sebahat antar-pemerintah yg ditandatangani ala 2016 selaku formal dibuka ala 14 Juni

New Delhi: BJP menyalahkan ala musim Sabtu bahwa Rahul Gandhi berbuat selaku pemasok industri penjagaan saingan selanjutnya digunakan selaku “bidak”, selanjutnya lagi mendesak ia selanjutnya Kongres segera menghimpunkan fitnahan kecurangan bermutu sebahat Rafale bermutu tenaga akan “melemahkan” India.

Pada konvensi pers, mantri suara BJP Sambit Patra lagi menyempitkan penudingan seorang magistrat dekat Prancis akan mengelola interogasi yudisial kepada persangkaan kecurangan selanjutnya favoritisme bermutu sebahat Rs 59.000 crore, tambah menjelaskan kemajuan itu ialah buatan per tuduhan sama sebuah LSM selanjutnya patut nir- dianggap kecurangan.

Ini mengarah-arahi tambah kekuatan yg paham dekat India yg menggores bermutu file bahwa “sokong berbuat sebati” masa satu persoalan dibawa ke hadapannya, peri Patra selanjutnya menyalahkan Kongres menghamburkan kecurangan selanjutnya kesalahpahaman kepada persoalan ini.

Kongres suah selaku sama tambah menghamburkan kecurangan selanjutnya kesalahpahaman, katanya.

“Cara Rahul Gandhi berperilaku, tiada tedampau akan menjelaskan bahwa ia digunakan selaku bidak sama industri oponen. Dia suah berkilah dari pembukaan berkenaan persoalan ini. Mungkin, ia berbuat selaku pemasok ataupun semacamnya. anak buah batih Gandhi suah main akan industri oponen,” tuding Patra.

Patra menyalahkan bahwa akibat batih Gandhi tiada menadah perutusan bermutu sebahat Rafale, partainya suah melepaskan fitnahan ini.

Kongres suah menuntut Komite Gabungan Parlemen menganalisis sebahat Rafale, tambah menjelaskan itu ialah langka jalan setapak ke ambang akan mencium kejujuran berkenaan “kecurangan” bermutu pembelian jet mengamuk.

Tuntutan Kongres ada sesudah posisi web analitis Prancis Mediapart mempertahukan bahwa seorang magistrat Prancis suah ditunjuk akan mengelola interogasi yudisial yg “banyak peka” kepada persangkaan “kecurangan selanjutnya seleksi asmara” bermutu sebahat jet mengamuk Rafale Rs 59.000 crore tambah India.

Patra mencuplik jumal Pengawas Keuangan selanjutnya Auditor Jenderal (CAG) selanjutnya tetapan Mahkamah Agung (SC), yg keduanya tiada mencium kekeliruan bermutu sebahat defensi jurang penguasa India selanjutnya Prancis, akan menolak fitnahan Kongres.

Pemerintah memimpin tetapan yudisial bersama tetapan penetapan, katanya merujuk ala duga pendirian Lok Sabha 2019 dekat mana BJP mengambil ganjaran meriah tambah Kongres mewujudkan persangkaan kecurangan bermutu sebahat Rafale selaku rumah unggul kampanyenya. memprotes penguasa Modi.

Juru suara BJP mengingat-ingat bahwa Mahkamah Agung bermutu putusannya ala November 2019 menjelaskan bahwa tiada bisa tertentang interogasi lingkar selanjutnya arestasi iwak yg bergandengan tambah fitnahan Rafale, selanjutnya menyalahkan Gandhi menggarap “perjalanan mengasung” asing tambah partainya menggempur penguasa. .

SC suah memicu pengumuman ini kali menolak permintaan akan mengawasi pertimbangan Desember 2018 akan menolak permintaan interogasi yg dipantau perbicaraan kepada pembelian 36 kapal udara mengamuk Rafale.

Gandhi mencari akal melemahkan India, peri Patra.

Dia lagi mencuplik sebesar fitnahan yg dilontarkan Gandhi, terpikir atribusinya untuk eks kepala negara Prancis Francois Hollande selanjutnya petahana Emmanuel Macron akan membopong fitnahan kecurangan berkenaan penguasa Modi, selanjutnya mengingat-ingat bahwa kedua ketua Prancis itu buru-buru mengelak memicu perkataan semacam itu.

Gandhi lagi patut mengajukan tempahan ampun untuk Mahkamah Agung akibat cacat mendesak bahwa perbicaraan semampai suah memperkenankan bahwa “chowkidar chor hai” (pengelola ialah penceluk), moto cinta kasih ketua Kongres berkenaan Perdana Menteri Narendra Modi menjelang penetapan. polling 2019.

Seorang magistrat Prancis suah ditunjuk akan mengelola interogasi yudisial yg “banyak peka” kepada persangkaan “kecurangan selanjutnya seleksi asmara” bermutu sebahat jet mengamuk Rafale senilai Rs 59.000 crore tambah India, posisi web analitis Prancis Mediapart mempertahukan.

Menyusul kemajuan termaktub, bos mantri suara Kongres Randeep Surjewala ala musim Sabtu menyorong Perdana Menteri Narendra Modi akan berkembang selanjutnya menugasi interogasi Komite Parlemen Gabungan (JPC) kepada sebahat Rafale.

“Korupsi bermutu sebahat Rafale suah tersirap tambah terang waktu ini. Sikap kubu Kongres selanjutnya Rahul Gandhi suah legal musim ini sesudah penguasa Prancis menugasi interogasi,” katanya untuk juru warta ala konvensi pers.

Namun, tiada tertentang anggapan serentak per penguasa India ataupun BJP.

Mediapart menjelaskan interogasi berkenaan sebahat antar-pemerintah yg ditandatangani ala 2016 selaku formal dibuka ala 14 Juni.

“Penyelidikan yudisial berkenaan persangkaan kecurangan suah dibuka dekat Prancis kepada pemasaran 7,8 miliar euro ke India ala warsa 2016 kepada 36 kapal udara mengamuk Rafale desain Dassault,” Mediapart mempertahukan kemajuan terbaru ala sebahat polemis termaktub.

Dikatakan interogasi suah diprakarsai sama pejabat kejaksaan finansial domestik (PNF).

Penyelidikan yudisial suah diperintahkan sama pejabat kejaksaan finansial domestik Prancis, mengikuti jumal trendi Mediapart ala candra April berkenaan persangkaan kekeliruan bermutu sebahat bersama tuduhan yg diajukan sama LSM Prancis Sherpa yg berspesialisasi bermutu kedurjanaan finansial.

“Penyelidikan yg banyak peka berkenaan sebahat antar-pemerintah yg ditandatangani ala 2016 selaku formal dibuka ala 14 Juni,” peri jumal alat itu.

Wartawan mediapart Yann Philippin, yg mengajukan serangkaian jumal berkenaan sebahat itu, menjelaskan keluhkesah prima “dikubur” ala 2019 sama eks sirah PNF.

“Penyelidikan yudisial kesimpulannya dibuka sesudah terungkapnya interogasi #RafalePapers per @mediapart selanjutnya tuduhan trendi per @Asso_Sherpa. Pengaduan prima dikubur ala 2019 sama eks tauke PNF, Eliane Houlette,” tweetnya.

Pada candra April, Mediapart, mencuplik sebuah interogasi sama sarira anti-korupsi provinsi itu, mempertahukan bahwa Dassault Aviation suah melunasi seputar suatu juta Euro untuk seorang penghubung India.

Dassault Aviation suah menolak fitnahan kecurangan, tambah menjelaskan tiada tertentang pemungkiran yg dilaporkan bermutu seting permufakatan.

Pemerintah Aliansi Demokratik Nasional (NDA) suah meneken sebahat Rs 59.000-crore ala puput 23 September 2016, akan mendeteksi gelagat 36 jet Rafale per penerbangan unggul kedirgantaraan Prancis Dassault Aviation sesudah hampir-hampir tujuh warsa pendidikan akan logistik 126 Pesawat Tempur Multi-Peran Menengah ( MMRCA) akan Angkatan Udara India tiada bertelur sewaktu pemerintahan United Progressive Alliance (UPA).

Kongres menyalahkan penguasa menggarap pembelokan meriah bermutu sebahat itu, menyalahkan bahwa mereka memesan setiap kapal udara tambah ongkos bertambah per Rs 1.670 crore dibandingkan Rs 526 crore yg diselesaikan sama penguasa UPA sewaktu perbincangan akan MMRCA.

Sebelum penetapan Lok Sabha ala 2019, Kongres mengajukan seluruh tanya berkenaan sebahat selanjutnya persangkaan kecurangan, namun penguasa menolak sekotah fitnahan.

penutup per