‘Cinta Revolusi’ Menyapu Barikade Protes Myanmar

Ketika Revolusi Berakhir

Thel Nge, 20, sesuai bersama suaminya yg saat ini, Ko Kaung — kedua sebutan itu yaitu sebutan pengganti — masa ia menduga seruan Facebook yg mengorganisir penolakan pada alam Yangon mereka atas medio Februari, katanya menjelang AFP.

Mereka berleret bertepatan pada jalan-jalan pada dek sekali mentari hari bahang Yangon, Ko Kaung menjaganya, menguatkan ia menyimpan menyeluruh larutan, serta ia mencapai pada cungkup bersama terlindung.

“Dia senantiasa tahu mengurus ego atas saat-saat itu serta ego terbelenggu padanya,” katanya.

Mereka rontok hibat serta setujuan bahwa mereka hendak menikah “selesai revolusi patah,” madah Thel Nge.

Tetapi masa aktivitas lantang sebagai bertambah sembrono pada Yangon, bersama terup kesentosaan memberondong pengunjuk mengenyam sonder tatapan rabuk, ia merantas kepada mudik ke zona halamannya pada tampuk kidul Myanmar. Tidak kasik sonder ia, Ko Kaung menyusul.

Pada zaman itu “saudara-saudara ego mendiktekan ego kepada menikah dengannya,” katanya.