Dosen Ngee Ann Poly yg menerangkan bahwa manusia India mengawini manusia Cina sama dengan aksi rasis saja merakit perkataan berkenaan Islam dalam perenggan

Singapura — Tan Boon Lee, tutor Ngee Ann Polytechnic yg tertentang batin gambar bergerak viral merampus kutuk seorang maskulin India sebab menganyam rantai lewat seorang perempuan China, dituduh sama eks mahasiswanya merakit deklarasi yg bukan suseptibel sebagai rasial lalu kepercayaan dalam perenggan.

Video berdurasi sembilan menit, yg diambil sama perempuan itu terkoteng-koteng lalu diposting dalam jerambah Facebook properti maskulin India, Dave Parkash, mengunjukkan Tan atas 5 Juni menerangkan: “Ini bukan terdapat hubungannya lewat semangat kebangsaan, ini sekotah bersangkutan lewat suku bangsa”.

Pada yaum Rabu (9 Juni), galat uni eks anak didik Tan, Nurul Fatimah Iskandar, 22, menerangkan batin sebuah posting Instagram lalu posting Facebook bahwa Tan suah memelopori silang pendapat ofensif berhubungan Islam selagi era kursus, dalam mana doi memilihnya demi Muslim.

Nurul menoreh bahwa Tan menyimpan “ceramah menyeluruh berhubungan Islam” atas 28 Juli 2017.

“Saya sama dengan langka Muslim dalam perenggan. Dia menyirapkan website dalam proyektor, mengunjukkan hal-hal yg bukan doi setujui berhubungan Quran lalu Nabi Muhammad SAW dalam pendahuluan perenggan”, tulisnya.

Nurul memanjangkan bahwa atas uni kurik Tan menunjuknya lalu menanya apakah doi setujuan lewat barang apa yg dikatakannya. Bu Nurul lalu temannya, Merick, beredar jebrol perenggan lalu beristirahat dalam susun gang.

Dia memanjangkan bahwa lewat separuh gadang anak didik berumur 17 warsa dalam perenggan, sekotah manusia “tengah teruna lalu gembur dipengaruhi. Dia sama dengan tutor bos. Saya sekadar cakap menyiratkan berapa susukan doi bergaya rasis lalu Islamofobia dalam maktab pengajaran selagi bertahun-tahun”.

Dia menerangkan bahwa Tan sebaiknya bukan diizinkan menjelang memetik perenggan sehabis penangguhannya rampung.

Tan, 60, menolong petugas keamanan batin penjajakan sehabis doi tertentang merakit deklarasi rasis batin sebuah gambar bergerak pada pemilik gardu es krim Dave Parkash, 26, lalu pacarnya Jacqueline Ho, 27, seorang pendesain profesionalisme pemakai, dalam Orchard Road atas Sabtu petang ( 5 Juni).

Dalam gambar bergerak itu, Tan menerangkan bahwa doi bukan mengkritik Dave, tapi doi merujuk atas suku bangsa India.

“Saya menerangkan suku bangsa India. Saya bukan mengkritik Anda sebagai individu, tapi beta agak sama dengan rasis bahwa manusia India memangsa gadis-gadis China,” katanya.

“Mangsa?” soal Dave. Untuk ini, Tan bereaksi, “Ya, itu pemangsa”.

Politeknik suah menangguhkannya pada darma membimbing lalu lagi menyelenggarakan penjajakan kerumahtanggaan sehabis gambar bergerak itu mencuat sebagai online atas yaum Minggu (6 Juni).

Ketika The Straits Times menemui Tan berhubungan postingan Nurul, doi menolak berkomentar “musim ini” tapi menerangkan doi mengingatnya demi eks anak didik. /TISG

Ikuti awak dalam Media Sosial

Kirimkan wara-wara Anda ke [email protected]