Era kontemporer buat sambungan Selandia Baru-Cina?

Penulis: Jason Young, Victoria University of Wellington

Ketika gaya serta kontrol perniagaan China sudah bersemi, tanah air sudah menerpa kepentingannya serta menerangkan pendapat dunianya selaku kian berjalan. Partai Komunis China sudah menalikan bahwa ardi lagi menempuh ‘modifikasi mulia yg tidak tertumbuk pandangan jeluk unik zaman’ serta bahwa China saat ini menjemput tempatnya demi gaya mulia dalam Asia. Mengelola sambungan melalui China dalam ‘kala kontemporer’ ini kian menyongsong ketimbang saat-saat asing dalam zaman ini.

Pemerintah Selandia Baru berturutan sudah bergelut ganyut buat mengawal sambungan yg kaya melalui China melalui mengomunikasikan selaku sabit kearifan Selandia Baru serta terendong dalam sejauh ruangan yg ditandai melalui menguntungkan. Pendekatan ini berbuntut yaum ini, malahan masa register tantangan jeluk sambungan semakin berjarak.

Efektivitas ancangan ini sah melalui pengesahan ala kamar Januari per promosi Perjanjian Perdagangan Bebas Selandia Baru-China 2008, preservasi percakapan lantai semampai serta sambungan perniagaan yg sehat serta mapan.

Namun Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern belum lama mencontoh bahwa ‘divergensi tenggang organisasi kita – serta hajat juga nilai-nilai yg mengacu organisasi tertera – selaku semakin sukar buat didamaikan’.

Perbedaan sebagai itu hendak kekeluargaan kental kirim mereka yg sudah menyelusuri krisis jeluk sambungan Australia melalui China. Seperti dalam Australia, mereka pandai membubarkan sambungan serta mendefinisikan rongga buat aktivitas persis bilateral serta universal yg kaya.

Di bidang buat register merupakan pasal sah teras cucu Adam dalam Xinjiang serta Hong Kong, juga kedukaan durasi buat Tibet, sah teras cucu Adam, serta kewibawaan peranti serta sastrawan dalam China. Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta mengutarakan melalui sabit bahwa ‘sejumlah divergensi menyongsong hajat serta kualitas Selandia Baru’, serta bahwa ‘menyembul sejumlah keadaan yg enggak, enggak pandai, serta enggak hendak disetujui sama Selandia Baru serta China’. Ini berperan buat sekotah sambungan universal namun sudah selaku hebat menjendul melalui China jeluk sejumlah tarikh ekor.

Mahuta sudah mengadvokasi konsesi serta pelibatan sekotah paguyuban, teperlus paguyuban kriteria serta kesukuan minoritas, menciptakan isu-isu krusial ini jeluk sambungan tertera. Sejarah Aotearoa Selandia Baru unik menuntut keadaan ini demi dasar yg diturunkan per Perjanjian Waitangi serta tiang bikultural kerakyatan Selandia Baru — dasar serta kualitas yg semakin menginformasikan kearifan pendatang negerinya.

Posisi penguasa China melalui jelas menolak pekik buat pengusutan universal lawan sah teras cucu Adam dalam Xinjiang. Ini hebat menyanggah pendapat bahwa China sudah menabrak akad internasionalnya buat 50 tarikh kedaulatan terpaku dalam Hong Kong dalam lantai persetujuan pasrah song-song Tiongkok-Inggris. Dihadapkan melalui bahan yg menyembul, Selandia Baru enggak pandai serta enggak bisa meneledorkan akad resmi serta durasi buat sah teras cucu Adam mondial serta layak bermusyawarat bab pasal ini.

Pemerintah Selandia Baru ala lazimnya menjauhi muslihat megafon ala setengah mulia pasal universal. Tapi yaum ini Mahuta mengindahkan Selandia Baru hendak ‘menerima niscaya buat bermusyawarat selaku gamblang bab pasal’ masa mereka keluar, juga berjuang buat menerpa pasal ini melampaui kanal penguasa.

Kekhawatiran sah teras cucu Adam berintegrasi melalui register pasal asing, teperlus atribusi kejadian ardi impian, tanya ketetapan universal dalam Laut Cina Selatan, dialog sekitar mengurusi beda serta tanya bab korenah Cina dalam Pasifik. Perilaku ‘azab’ China lawan Australia, konco terhampir Selandia Baru, merupakan pitawat yg sabit kirim bidang usaha Selandia Baru bahwa proporsi akibat serta kementakan jeluk sambungan sudah menyimpang.

Mahuta kian berumur menyiratkan keadaan ini untuk eksportir melalui melihat ke Australia serta menyoalkan apakah doang ‘pasal jangka sebelum tornado menghampiri kita’. Pernyataan serentak Perdana Menteri ala luruh 31 Mei lalu mencawiskan nama Australia-Selandia Baru yg bergaul dalam China serta menggeraikan brosur kedukaan serentak.

Masalah-masalah ini sepertinya sukar dipecahkan. Mengelola serta menunjang mereka jeluk dunia universal yg bernas bahara enggak hendak lun-tur. Bahayanya merupakan nama Selandia Baru disalahartikan demi dimotivasi sama perlombaan gaya mulia dalam wilayah itu.

Ada kepanikan yg maju bahwa sejumlah bidang usaha Selandia Baru pandai berlebihan terdedah ke pekan China. Pesan penguasa untuk bidang usaha saat ini memohon mereka buat pati ala kekebalan serta mencelikkan mereka bahwa ‘merupakan berakal buat enggak menumpangkan sekotah ovulum ke jeluk unik bakul’.

Menghadapi ‘kala kontemporer’ China, penguasa valid buat mengutarakan bahwa enggak menyembul ‘rungguhan’ jeluk sambungan tertera, enggak acuh seberapa mulia sebelah Selandia Baru bergelut buat mengelola divergensi ini serta enggak menolak mereka memilih sambungan.

Bisnis Selandia Baru layak mengenang perlintasan yg sukar selepas Inggris berintegrasi melalui Komunitas Ekonomi Eropa. Mereka pun layak mengacuhkan pengetahuan penghasil buah anggur serta eksportir jelai Australia serta, dalam mana mereka cakap, menyiarkan akibat mereka ke beraneka ragam pekan universal.

Pemerintah Selandia Baru sudah menjanjikan China sebuah ‘ancangan yg pandai diprediksi, melampaui muslihat serta percakapan’ serta mengekspos akad buat mengawal sambungan. Pemerintah sudah menaja duaja bahwa mereka enggak hendak menjauhkan diri per pasal alias mencepol dadanya jeluk nafsu budi pekerti alias serbuan. Bola menyembul dalam pidana China.

Sebagai teman niaga terbesar tanah air itu, mengelola sambungan melalui China merupakan pati buat mendatangi juntrungan penting Selandia Baru.

Dihadapkan melalui ‘modifikasi mulia yg enggak tertumbuk pandangan jeluk unik zaman’, ‘kala kontemporer’ buat sambungan Selandia Baru-Cina sudah dimulai.

Jason Young merupakan Associate Professor Hubungan Internasional serta Direktur Pusat Penelitian Cina Kontemporer Selandia Baru dalam Victoria University of Wellington.