Kolektor NFT Digital Melihat Pasar ‘Wild West’ Sepadan demi Risikonya

Tidak Mudah Dicerna

Itu merupakan agunan otentisitas yg sesuai yg menggerakkan Devan Mitchem, seorang insinyur cloud yg berbasis dalam Singapura, akan berangkat menyatukan entitas digital, selepas atas awalnya ragu-ragu sebab “struktur, pekan, maka alternatif penyimpanan yg bukan stabil.”

Namun kehadiran letak web kaya OpenSea maka Nifty Gateway mengharuskan artis akan memindahtangankan nukilan mereka sebagai terus sekalian mengharuskan kolektor akan mengulak, membenahi, maka menjualnya pula, merakit buana NFT sayup cakap diakses kaya pekan tangan.

Mitchem, master blockchain demi Google Cloud, kini memegang kian sejak 200 NFT. Seperti Kang, doski bukan memiliki dasar akan menjualnya.

“Ini berisiko, namun ego merasa nukilan yg dibuat sejak 2017 batas lockdown 2021 mau dikenang selaku ketika penetap bilangan segar ini,” katanya. “Era ini mau memegang bekas terbatas bermakna portofolio tempo hadapan.”

Pankaj Patil, seorang insinyur komputer pangku, warsa kemudian memindahtangankan sekerat sejak 150 entitas digital yg doski terima, rusuh mau tempo hadapan pekan NFT.