Krisis ketatanegaraan Samoa mengeluarkan rengkahan pada Pasifik

Pengarang: Anna Powles, Universitas Massey

Krisis ketatanegaraan pada Samoa mendatangi minggu kesembilan. Tuilaepa Aiono Sailele Malielegaoi, koordinator Partai Perlindungan Hak Asasi Manusia (HRPP) lalu prima bendahara yg suah periode menjabat, mengekspos segelintir tren buat menuntaskan kebuntuan melalui memperbolehkan Perdana Menteri tersaring Fiame Naomi Mata’afa lalu Iman ala Satu Tuhan Samoa (FAST) golongan buat mencipta rezim.

Menjelang Hari Kemerdekaan Samoa ala gugur 1 Juni, Uskup Agung Gereja Katolik Alapati Lui Mataeliga menghabiskan kebaktian Seninnya buat mendera Tuilaepa, mengekspos bahwa rezim selagi lagi mendekati despotisme lalu bahwa ‘dalaman semenjak setiap rezim demokratis yakni konstitusi lalu superioritas takdir’. Intervensi sama Uskup Agung katedral terbesar kedua pada Samoa mengimbuh gerak yg normal ala gawat ketatanegaraan.

Kepala Negara Samoa Tuimalealiifano Va’aletoa Sualauvi II – yg melumpuhkan dewan perwakilan rakyat lalu meneriakkan perbaikan lalu pengurangan – mengusulkan bahwa belaka Tuhan yg becus mengasihkan pemecahan buat kebuntuan tertera.

Jaringan lingkungan manifestasi lalu kekerabatan usang Samoa suah merangkai ketatanegaraan kontemporer melalui tekstur kewibawaan usang ibarat like Ayah-Keluarga — catur julukan eminen Samoa — lalu saat ini katedral. Tiga semenjak catur Ayah-Keluarga disejajarkan melalui Fiame.

Penolakan Tuilaepa buat mewariskan Fiame yakni masif ketatanegaraan, tapi solusinya perlu Samoa yg tidak terhapuskan. Reaksi semenjak segenap Pasifik suah mengeluarkan atas peristiwa mukim lalu ketika hadapan regionalisme.

Pertama, tiga semenjak lima dukuh Mikronesia yg menyeret perseorangan semenjak Forum Kepulauan Pasifik (PIF) mengembut kuat buat menyegani kepastian pemilu lalu pergolakan ketatanegaraan pada Samoa. Langkah itu kagak terselami lalu seluruhnya tambah mengekspos kesanggupan negara-negara Mikronesia buat mencoba ‘hal Pasifik’. Negara Federasi Mikronesia menyiarkan penyungguhan resminya mengenai Fiame selaku prima bendahara yg terkini tersaring berarti sebuah afirmasi yg anehnya sonder cara serikat yg kebanyakan melembutkan hubungan jarak getah perca koordinator Pasifik.

Presiden Palau Surangel Whipps Jnr saja menganggap tersembunyi terhadap Fiame lalu memerikan kekecewaannya mengenai kepribadian Tuilaepa. Kepulauan Marshall diikuti melalui a pernyataan meletakkan pentingnya superioritas takdir lalu nilai-nilai kerakyatan, selagi eks kepala negara Marshall Hilda Heine digembar-gemborkan wijaya ransum perempuan Pasifik.

Pesan semenjak Pasifik paksina memantulkan keretakan yg lagi berlanjur pada PIF. Pemilihan juru tulis jenderal PIF sepotong buncit dilakukan menerabas persetujuan, berasas peredaran sub-regional lalu sungguh-sungguh strategis. Negara-negara Mikronesia menyatakan kesempatan mereka ala tarikh 2021 lalu memelopori reaksi penarikan selagi setahun sesudah eks prima bendahara Kepulauan Cook Henry Puna tersaring selaku juru tulis jenderal. Ketegangan saja memantulkan alterasi antargenerasi waktu himpunan koordinator yg bertambah anom melentuk urat ketatanegaraan mereka. Tidak memikat hati, kagak tinggal koordinator Pasifik lainnya yg berkomentar sebagai terkangkang walaupun kawat suah selaku suhu.

PIF tersendiri bertambah lamban berarti menduga gawat ketatanegaraan. Terkurung pada Auckland lalu kagak kuasa melaksanakan kepergian ke Suva atas pandemi COVID-19 Fiji, Sekretaris Jenderal Puna menyulut afirmasi boilerplate ala Mei tarikh ini yg meletakkan karakter hal Samoa berarti menanggulangi gawat. Tidak tinggal literatur buat menegangkan superioritas takdir lalu reaksi kerakyatan, walaupun anak buah Forum suah menyulut asprak ibarat itu berarti Deklarasi Biketawa 2000.

Ini yakni tempo yg tewas ransum Puna buat mengekspos kepemimpinan regional ala sementara regionalisme suah tercerai-berai sama keretakan melalui lima dukuh Mikronesia. PIF kagak bisa mangkir semenjak negosiasi atas lagi memonitor konstruksi regional Pasifik, membabarkan Strategi 2050 buat Benua Pasifik Biru lalu mereformasi reaksi pelantikan juru tulis jenderal.

Kedua, kesan semenjak ganda anak buah terbesar PIF, Australia lalu Selandia Baru, menyimpan timbre yg sama tapi memantulkan ganda realitas ketatanegaraan yg sungguh-sungguh bersalah.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mendorong sarwa sebelah buat mengagungkan peraturan takdir lalu reaksi kerakyatan berarti latar belakang ‘[Australia’s] pertemanan rapat melalui Samoa’. Mengingat karakter Selandia Baru selaku penata usaha sebelum kebebasan Samoa ala tarikh 1962 lalu Perjanjian Persahabatan Samoa–Selandia Baru, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden mengegah bertambah tersendiri melalui mengambil terai hormatnya mengenai otonomi Samoa lalu dimana (pamor) kantor demokrasinya.

Ardern saja memerikan bahwa Aotearoa Selandia Baru ‘kagak berarti tempat buat ikut-ikut’. Di Pasifik, kebijaksanaan asing wilayah Selandia Baru yakni kebijaksanaan berarti wilayah, seperti mana getah perca administratur memberi tahu atas permusuhan Samoa yg mengadakan perpisahan pada diaspora. Di sinilah posisi antagonisme peka jarak Canberra lalu Wellington. Fiame belum lama meneriakkan gerakan yg bertambah normal semenjak Selandia Baru lalu Australia, yg bermakna taktik antar-jemput permisif yg berjalan jarak Wellington, Canberra lalu Apia harus kagak komplet semisal gawat selaku melantur.

Ketiga, kerecokan yg mendudu afirmasi Fiame bahwa pemerintahannya yg hendak tiba hendak menghilangkan bom Teluk Vaiusu yg didanai China mengekspos ekor pertarungan penting pada Pasifik. Media universal merangsang vista China lalu pikiran peranti kemasyarakatan Samoa mengeluarkan keputusan yg berlombaan atas kuku China. Sebagian buncit perkataan atas pemakaian rangkap bom kalah menyegani karakter yg dimainkan sama pemilik butala lalu gerak dalam negeri berarti hasilnya.

Pertanyaannya saat ini yakni apakah Tuilaepa hendak merias pembicaraan Uskup Agung Mataeliga. Perdana bendahara selagi langsung menyatakan bahwa golongan FAST mereka buat merebut kekuasaan tapi mengusulkan bahwa ‘reaksi persetujuan usang yakni hal yg mengelokkan telak buat mengembut melantas semenjak gawat’.

Di senter gawat ketatanegaraan yg lagi berlanjur, isu Samoa Language Week pada Selandia Baru yakni Hidup melalui lemah-lembut konten (perkuat tonggak dewan Anda seyogiannya sarwa kuasa berbunga). Ini sungguh-sungguh telak menimbang segala apa yg lagi berjalan pada Samoa.

Anna Powles yakni Dosen Senior berarti Studi Keamanan pada Pusat Studi Pertahanan lalu Keamanan, Massey University, Wellington.