Lim Tae-won: Pahlawan Hidrogen Korea Selatan

AsianScientist (26 Mei 2021) – Industri otomotif menyempal nyaris 18 uang rokok bermula emisi karbonium inklusif sedangkan pabrik pergeseran keutuhan (tertulis hawa, sepur suluh serta moda lainnya) sekeliling 24 uang rokok, menuruti Badan Energi Internasional. Ada keinginan paser berjarak yg terang buat permutasi yg diarahkan buat meluak poin tercatat, menimbang urgensi metamorfosis suasana.

Di perkotaan Asia, masalahnya betul selit-belit, berkat progres pencarian yg ekspres sewaktu bertahun-tahun berharga bahwa rakyat alat transportasi suah menumpuk selaku eksponensial, seringkali larut melewati pengolahan jalan layang serta tugas perencanaan pergeseran lainnya. Dengan begitu, Asia mengepalai pergeseran inklusif bermula alat transportasi kuat minyak bumi ke alat transportasi kuat aki serta unit pokok menjilat hidrogen, separuh komprehensif lubuk pinggan daya buat meluak pengotoran hawa dekat kota-kota utamanya.

Meskipun alat transportasi baterai-listrik bagai Tesla selagi ini larut makin terkenal ketimbang alat transportasi bersama unit pokok menjilat hidrogen, teknologi buntut ini didukung sama orang-orang bagai Jepang serta Korea Selatan.

Para pembantu meminati hidrogen berkat hidrogen membolehkan alat transportasi yg larut makin kecil (aki rawan); janji ‘pengisian’ yg makin ekspres (pengisian sedu hidrogen membutuhkan janji sempit bermula lima menit); serta tenggang yg makin larut.

Para oposan melaknat beban yg makin jangkung (tertulis menelurkan serta membenahi hidrogen, serta mengelola jala-jala halte hidrogen segar); ketidakefisienan tenaga bermula keutuhan operasi (prima, sewaktu pembuatan hidrogen dekat perantau oto, serta selepas mengopi hidrogen sebagai setrum dekat dalamnya); serta ketidaknyamanan nisbi, dibandingkan bersama alat transportasi baterai-listrik, berkat tiada kuasa ‘memasukkan’ oto Anda dekat pejabat.

Namun terlalu berat buntut bisa jadi produktif hidrogen lamun memaut zona perkotaan kedap dekat Jepang serta Korea Selatan. Banyak individu bersemayam dekat bangunan flat yg jangkung serta bisa jadi tiada menyandang sal buat memasukkan kualifikasi oto mereka dekat pejabat. Tidak bangkit roma metamorfosis kelakuan yg diperlukan selagi setiap nakhoda bertukar bermula alat transportasi kuat minyak bumi ke jala-jala ideal kuat hidrogen. Mobil yg paralel, menyedot minyak bumi yg paralel.

Korea Selatan berencana buat menyandang 850.000 alat transportasi setaraf dekat jalan layang atas warsa 2030. Inisiatif ini suah dibuat sewaktu bertahun-tahun. Hyundai melakukan pencetus pembuatan massal alat transportasi unit pokok menjilat hidrogen atas warsa 2013. Proyek ini dimulai sama tugas penganjur Lim Tae-won, eksekutif Future Innovation Technology Center (FITC) dekat Hyundai Motor Company.

Lim tamat bermula Departemen Teknik Metalurgi dekat Universitas Yonsei atas warsa 1984. Dia selepas menerpa julukan empu serta PhD dekat Departemen Teknik Mesin & Dirgantara dekat Universitas Negeri New York (Buffalo), sebelum berkongkalikong bersama Hyundai atas warsa 1991.

Pada warsa 2000, sira berangkat beroperasi dekat awak ekspansi unit pokok menjilat perseroan, mengepalai upayanya buat melancarkan unit pokok menjilat hidrogen yg layak mini buat dipasang atas alat transportasi bersama payu berdampingan. Hal ini belakangan memanifestasikan peluncuran Kendaraan Listrik Sel Bahan Bakar Tucson ix35 atas permulaan 2013. Pekerjaannya selagi ini dekat FITC difokuskan atas ekspansi pokok segar yg makin nonstop buat pabrik pergeseran selaku lapang.

“Selama 100 warsa buntut, riset material buat pabrik otomotif separuh komprehensif difokuskan atas pemotongan beban serta rawan, menyalin jilid kompos bersama aluminium, plastik serta pokok beragam lainnya,” celoteh Lim. “Namun, fokusnya terpesong bersama elektrifikasi berkat material serta teknologi segar masa ini digunakan lubuk pinggan aki EV, mesin setrum, serta unit pokok menjilat.”

———

Hak Cipta: Majalah Ilmuwan Asia; Ilustrasi: Oi Keat Lam / Majalah Ilmuwan Asia.
Penafian: Artikel ini tiada membayangkan tinjauan AsianScientist maupun stafnya.