Menciptakan Kota Berkelanjutan Dengan Desain (VIDEO)

AsianScientist (28 Mei 2021) – Kota-kota waktu ini bersinau-sinau — diterangi sama bangunan penggaru awang-awang yg menjulang sepantun Burj Khalifa pada Dubai maka kubah geometris yg sukar, sepantun Saitama Super Arena Jepang. Namun, jamal loka arahan ini memicu kemalangan jagat yg gendut. Pada warsa 2020, pabrik konstruksi menyempal 35 tip semenjak pemakaian ketajaman maka hampir-hampir 40 tip emisi zat arang dioksida tercantol ketajaman pada seantero loka.

Dari menebangi wana kepada dijadikan tanah tumpu memakai perigi ketajaman tidak terbarukan sepantun watu nyala, struktur konstruksi, maka bedah sehari-hari membelakangi runut zat arang yg banyak gendut, mengerok ikhtiar ijmal kepada merampingkan modifikasi suasana. Jika dibiarkan, pemanasan yg senantiasa maka semakin menipisnya perigi kebolehan mau merisaukan sektor-sektor utama sepantun kesegaran, pembuatan makanan, maka perkembangan perdagangan sebagai kelengkapan.

Tetapi alterasi sejenis itu tiada perlu sebagai pola. Bagi Profesor Jason Pomeroy, jagat arahan becus maka perlu dirancang kepada keberlanjutan, tambah merefleksikan perjumpaan beragam unsur start semenjak pangsa tumpu asosiasi bermutu perkembangannya.

Kerangka holistik ini menjelma bermutu karyanya demi pembuat perusahaan struktur berkepanjangan yg berbasis pada Singapura Pomeroy Studio maka penyedia pengajaran Pomeroy Academy. Untuk menggampar rencana plonco pada separo tempat, munjung karakter multi-tanda sambung menghampari pengangkat pertunjukan televisi maka menaruh pekerjaan mahaguru pada Universitas Nottingham Inggris maka Universitas James Cook Australia.

Bagi Pomeroy, pengolahan berkepanjangan ialah ikhtiar yg mencengkeram coret saat — yg membelit penapisan disiplin semenjak abad silam, merancang kepada hajat waktu ini, maka menebarkan prinsip-prinsip yg relevan untuk turunan kelak. Dengan meraih ide semenjak pikiran maka asal usul, dia bermaksud kepada menciptakan jagat yg bertumpu ala manusia yg rampung membantu kesibukan asosiasi, semenjak pengelompokan pabrik tumpu tur.

“Jika kita mengelih struktur heritage, ini ialah keluaran yg pernah berdiam bermutu eksamen saat — menyala sebagai natural, berventilasi natural, memakai bahan-bahan tempatan, sinkron tambah ritus maka pengerjaan pikiran,” ungkapnya.

Selain itu, Pomeroy menyuntik presisi rasional ke bermutu ikhtiar arsitekturalnya, menggarap penghampiran yg disebut buatan berkepanjangan interdisipliner berbasis bahan. Landasan penghampiran ini terwalak ala angka-angka, tambah timnya menaksir tolok ukur sepantun comotan pohon plonco, semangat kirana surya, maka sirkuit cuaca pada setiap lingkungan.

“Kemampuan merangkul ilmu demi alat pencetakan konstruksi kepada menumbuhkan semarak natural, menumbuhkan cucuran cuaca natural, maka sasaran bersekolah menguatkan hamba menciptakan entitas yg makin santun jagat,” cerita Pomeroy.

Dengan merampingkan pemakaian ketajaman, Pomeroy mengasosiasikan bahwa buatan berkepanjangan interdisipliner berbasis bahan menciptakan sketsa pengolahan kosong zat arang, sepantun B House pada Bukit Timah, Singapura. Alih-alih menyirapkan melompati perigi ketajaman tidak terbarukan, kediaman yg terinspirasi semenjak bungalow ini mempunyai tembok jendela gendut yg menguatkan semarak natural melesap maka dilengkapi tambah panel matahari kepada mengejawantahkan setrum.

Selain membalas eksploitasi ketajaman, cela iso- keunikan idiosinkratis proposal Pomeroy ialah penggabungan yg bersih jangka komposisi perkotaan maka jagat percaturan, tambah pohon plonco pada sejauh jalan maka serambi. Di praja yg semakin sesak, jagat arahan Pomeroy serupa menciptakan pangsa terdedah melompati halaman ladang awang-awang pada bagi bangunan maka laman pada pusat tamasya yg ribut.

Saat Pomeroy Studio mendunia, suasana tempatan menodongkan arsitekturnya, semenjak tembok bengkong yg menaungi Menara Tulip yg kelihatan genting sepantun pelupuk puspita pada Malaysia tumpu landasan berpagar yg becus disesuaikan yg sinkron tambah udara perian suhu maka perian sejuk Swedia pada persemayaman Candy Factory bersusun, diatapi tambah Kebun perian sejuk.

Dalam nisbah yg makin gendut, Pomeroy maka timnya semakin menerikkan pribadi mereka pada tanah luas perencanaan indung. Di Indonesia, misalnya, mereka masih menggelar negeri pengajaran seluas 100 hektar yg banyak lebar, lengkap lebar kepada mengumpulkan sekeliling 130 alun-alun menggampar bal. Visi mereka terlebih merata tumpu ke bahar, menaruh komune pada kali terdedah melompati proposal Pod Off-Grid bergelut sekelas tambah Pomeroy Academy.

Di Pomeroy Academy, penelaah maka ulung pabrik becus menuruti tuntunan kecil online berkenaan buatan berkepanjangan. Tetapi menggarap praja adekuat mengawas serupa membutuhkan modifikasi ideal semenjak asosiasi awam maka penguasa, cerita Pomeroy.

Karena itu, dia berdenyut terpalit tambah tanah datar khalayak, menyalin buletin, maka mendorong pada pangsa pertemuan kepada berbagi persepsi berkenaan urbanisme berkepanjangan. Dengan menyuluhi faedah buatan yg merasa jagat, Pomeroy kepingin becus menyelingkit makin munjung manusia kepada menyadari kadar go green.

Dengan alasan modifikasi suasana, paruh idealis sepantun Pomeroy menodongkan pabrik jagat arahan kepada pokok ala keberlanjutan. Mereka menentukan pulang sepantun apa pun praja kita, dengan jalan apa mereka berfungsi maka dengan jalan apa mereka mengarahkan korelasi komune. Dengan sebagai itu, mereka becus merancang pangsa ramai maka kegiatan terindah kepada memadati hajat turunan kini maka abad dada minus meniadakan perigi kebolehan bintang siarah ini.

“Ada kesempatan melompati buatan kepada mengarahkan abad dada bagi nama baik,” cerita Pomeroy. “Jika Anda menganugerahkan motivasi yg lengkap jujur kepada membuat entitas, Anda posterior becus menginformasikan maka sebagai influencer maka moga-moga mengarahkan loka sebagai makin jujur.”


———

Hak Cipta: Majalah Ilmuwan Asia.
Penafian: Artikel ini tiada memantulkan pantauan AsianScientist maupun stafnya.