Menggali Asal Usul Tanaman Berbunga

AsianScientist (27 Mei 2021) – Sama ganal jauhar yg membubuhi start kesibukan melimpah belukar, jauhar semenjak kubu belukar yg musnah dapat melambangkan gerendel bakal menggambarkan tumbuhan anak bini belukar berbuah maupun angiospermae. Penemuan ini memasukkan kevakuman tempo tinggi asal usul kemajuan belukar, ganal yg dilaporkan sama satuan tugas komposisi China-AS Alam.

Dari dandelion tenggat pohon merambat buah anggur, melimpah pohon terindah pada tempat terbabit tinggi kubu angiospermae, kelimpahannya jebrol semenjak sifat-sifat eksklusif yg berguna. Misalnya, benihnya boleh bersitegang bakal periode yg tempo berkah jejaring distingtif yg disebut endosperma, yg memasok nutrisi atas janin pohon, selanjutnya penyumbat penyokong yg dikenal demi integumen.

Integumen ini pula ditemukan pada gymnospermae, promotor produser isi buah sonder puspita yg mencaplok saru selanjutnya tumbuhan arun. Karena gymnospermae kian lanjut umur semenjak dobel kubu, integumennya sekadar terdiri semenjak esa tumpukan. Sementara itu, isi buah angiospermae suah berevolusi sebagai integumen tinggi selanjutnya pendatang, atas tahap atasnya melengkuk ke papar selaku spesial.

Namun hulu muasal tumpukan kedua ini suah tempo sebagai rahasia, yg merepresentasikan sela tinggi kadar periode kemajuan belukar. Untuk mencium kaki yg jatuh tinggi tumbuhan anak bini ini, Profesor Shi Gongle semenjak Akademi Ilmu Pengetahuan China selanjutnya sahabat semenjak adat AS mengawasi semua dupa fosil belukar menyerupai angiosperma pada gambut yg digali semenjak Mongolia Dalam, China.

Setelah kir kian kepil, mereka mencium bahwa jauhar dalam tian esa integumen, ganal gymnospermae, namun pula ditutupi sama morfologi ganal cangkir yg disebut cupule. Selain itu, cupules memegang lipatan melengkuk yg sama isi buah angiospermae, menyarankan bahwa mereka dapat melambangkan prekursor integumen pendatang pohon berbuah.

Spesimen tertulis berpokok semenjak kurun Cretaceous Awal, seputar 125 juta tarikh yg silam, positif waktu angiospermae menginjak berbunga. Mengingat keterkinian nisbi semenjak proporsi periode ini, perdua penelaah menggeratak fosil yg kian lanjut umur semenjak angiospermae. Ternyata, semua belukar berbiji yg sepuh 250 juta tarikh silam pula memegang cupula, yg menelikung keluarga gymnospermae selanjutnya angiospermae.

Secara kesemestaan, keluarga angiosperma yg suah musnah ini — disebut angiofit — melambangkan tahap semenjak lubang ikatan yg jatuh renggangan kadar dinasti rumpun gymnospermae selanjutnya angiospermae, yg menyatakan betapa integumen kedua menjengul semenjak cangkir belukar berbiji musnah. Meskipun katalog fosil ini suah disimpan tinggi pusparagam museum semasa semua tarikh, aktual buntutnya ini signifikansinya diungkapkan sama satuan tugas Shi.

Namun, semua dahan tumbuhan anak bini belukar lagi jatuh. Lebih melimpah subkelompok angiofit masih mengharap bakal ditemukan, sebab perdua sarjana mereka mengenali leluhur menyimpangkan kepil semenjak belukar berbuah. Menyelesaikan waritaasal usul kemajuan angiospermae pula membutuhkan pengerukan tersendiri ke tinggi hulu punca ciri-ciri pembeda lainnya, terbabit endosperma selanjutnya perkakas puspita ganal lungsin induk produser tepung induk.

“Konsep angiospermae yg disajikan pada sini separuh menangkis perdebatan tempo bab hulu punca angiospermae selanjutnya menyatakan bahwa keluarga kepil fosil angiospermae menyatakan kedamaian reproduksi yg solid dominan selanjutnya suah merengkeh pada haluan lubang semasa nyaris esa masa,” catat perdua penyair.

Artikel tertulis boleh ditemukan pada: Shi et al. (2021) Cupulus mesozoikum selanjutnya hulu punca integumen kedua angiospermae.

———

Sumber: Akademi Ilmu Pengetahuan China; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini enggak merepresentasikan pendapat AsianScientist maupun stafnya.