Menggali Ilmu Mengidam Protein

AsianScientist (7 Juni 2021) – Jika Anda mendadak mengidam mata ikan ataupun tetek, sel-sel dalam tali perut Anda peluang mengantarkan kenal benak Anda bahwa Anda kesusahan zat putih telur, begini temuan pengkaji mulai Korea Selatan. Temuan mereka dilaporkan dalam Alam.

Apakah Anda seorang pengikut pertarakan intermiten, keto ataupun diet modis terbaru, faktanya mantap bahwa seluruh organismus membutuhkan asupan fruktosa, zat putih telur beserta gemuk yg proporsional mendapatkan berlaku selaku salim. Bagaimanapun, biomolekul ini tak sahaja mengantarkan kita upaya, walakin jua terdiri mulai faksi konstruksi yg mempergelarkan karakter strategis tinggi seluruh situasi berangkat mulai rehabilitasi unit engat penerapan hormon.

“Mengambil kalori yg memadai hanya tak mau makbul. Jika diet tak menyuntikkan memadai zat putih telur, itu sedang becus mengakibatkan keluk kesusahan zat makanan yg payah terpikir kwashiorkor,” sahih Profesor Greg Seong-Bae Suh mulai Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Meskipun perdua sarjana suah periode mengenal bahwa asupan zat putih telur yg tak cukup mengakibatkan organismus memalarkan mangsa yg mewah zat putih telur ataupun kecut menyatu, punca biokimia mulai ambisi ini sedang belum diselidiki. Untuk mencebak kian tinggi lingkungan mengidam, Suh beserta Profesor Lee Won-Jae mulai Seoul National University (SNU) mengobservasi kekuatan gen yg bersalah ala prioritas mangsa ala laler keping sehabis kesusahan zat putih telur.

Tim mencium bahwa laler kesusahan zat putih telur menembakkan sel-sel yg melapisi tali perut kita mendapatkan menumpahkan hormon yg disebut CNMamide (CNMa). Sebelumnya, diperkirakan bahwa sel-sel ini, yg disebut enterosit, selaku sektarian memahami beserta menembus mangsa.

Namun, merandai neuropeptida sebagai CNMa, enterosit becus memberikan kualitas nutrisi fisik—ataupun kekurangannya—ke reseptor dalam unit saraf benak kita. Tindakan ini ketinggalan menembakkan ambisi mendadak mendapatkan mencerobohi mangsa yg memuat seluruh kecut amino menyatu terpikir ovulum, lauk, beserta mata ikan.

Yang memadai menjambret, awak KAIST-SNU jua mencium bahwa mikroba tali perut eksklusif, sebagai Acetobacter kuman, tatkala becus menciptakan kecut amino mendapatkan mengkompensasi kesusahan zat putih telur kecil-kecil. Tingkat pendek kecut amino yg disediakan sama kuman ini mengalihkan deras pemenuhan CNMa, mengambil ambisi laler mendapatkan menikmati kian lebat mangsa mewah zat putih telur.

Sementara telaah kian tua diperlukan mendapatkan menguasai dengan cara apa tepatnya CNMa berkomunikasi serupa reseptornya dalam benak, telaah awak menyerahkan anggapan pikiran prolog kenapa penghuni dunia kehidupan mulai laler keping engat makhluk besar meminati zat putih telur—beserta segala sesuatu yg berlaku kala seluruh zat putih telur itu diambil.

“Kami mengambil mendapatkan menafahus organismus tertinggal, laler, [to] melanyak beta mendapatkan mengenali beserta mengkarakterisasi pemeriksaan nutrisi unggul. Karena seluruh organismus mengantongi ambisi, pemeriksaan nutrisi beserta ruangan yg beta rekognisi ala laler jua relevan serupa hewan menyusui. Penelitian ini mau besar mengadukan resepsi kita terhadap pengantara kelainan metabolisme beserta kemelut tercantol mencerobohi,” menyudahi Profesor Suh.

Artikel tertulis becus ditemukan dalam: Kim et al. (2021) Respon mulai Sumbu Microbiome-usus-otak dalam Drosophila sebagai Defisit Asam Amino.

———

Sumber: Institut Sains beserta Teknologi Tingkat Lanjut Korea; Foto: Shutterstock.
Penafian: Artikel ini tak menggambarkan langkah AsianScientist ataupun stafnya.