Mengisi Daya Elektronik Kecil Dengan WiFi

AsianScientist (16 Juni 2021) – Meskipun kita acap memerlukan WiFi menurut terhubung ke Internet, penelaah bermula Singapura dengan Jepang pernah mencium bahwa simbol saja bisa dimanfaatkan menurut menyubsidi tenaga sebagai nirkabel atas peranti setrum sedikit—enggak niscaya aki! Hasil mereka dijelaskan bermakna Komunikasi Alam.

Pergilah ke warung kopi terdamping alias kunjungi bekas tolan dengan prospek gede, peristiwa prima yg bakal Anda lakukan yakni terhubung ke WiFi. Dengan mengharuskan jutaan—kalau-kalau tak miliaran—insan dalam segala bentala menurut menyatukan peranti mereka sebagai nirkabel ke Internet, enggak diragukan sedang bahwa WiFi yakni pelayanan pokok, terpenting melalui tugas senggang terasing yg lagi menumpuk.

Biasanya, router WiFi memerlukan gelombang radio lir 2,4 GHz dengan 5GHz menurut mengapalkan bahan sebagai nirkabel ke segala peranti. Namun, momen gelombang ini enggak digunakan menurut mengakses Internet, utang simbol bakal tergusur rusak.

Untuk membonceng simbol Wi-Fi seputar melalui elok, regu penelaah bermula Universitas Nasional Singapura (NUS) dengan Universitas Tohoku Jepang menebarkan modus operandi menurut menuai gelombang radio nirkabel dengan mengubahnya selaku kakas menurut membangkitkan elektronik sedikit.

Metode regu terikat atas peranti pandai sedikit yg disebut spin-torque oscillators (STOs), yg bisa mewujudkan dengan mengindra ombak mikro. Menariknya, dapur microwave dengan WiFi jalan atas gelombang 2,4 GHz yg tentu, memahami apa sebab menumis bermakna microwave terkadang mengoyak afiliasi WiFi.

Setelah melenggekkan delapan osilator sebagai semarak, regu mencium bahwa mereka bisa memindahkan simbol WiFi 2,4 GHz selaku tarikan melantas yg terlarat memuat kapasitor. Dengan memuat kapasitor cuma bermakna lima denyut, peranti ini makbul membangkitkan LED 1,6 volt semasih mono- menit malahan sesudah WiFi dimatikan.

Penulis saja mengira-ngira kalau-kalau merancang osilator sebagai semarak alias sejalan bisa menghasut keterampilan mereka menurut menampakkan simbol ombak mikro. Ketika osilator dihubungkan sebagai semarak, setiap osilator mengantongi tarikan yg senjang. Sebaliknya, bermakna rantaian sejalan, tarikan yg tentu tinggal dalam sekotah osilator. Oleh atas itu, mereka mencium bahwa sistematisasi sejalan makin permanen—sehingga kategoris menurut pengangkutan nirkabel.

Ke ambang, perdua penelaah bakal menyidik macam mana menambah kuantitas osilator bermakna array bisa menambah keterampilan pemanenan kakas mereka. Selain itu, mereka bersandar menurut buru-buru mencoba apakah pemanen kakas mereka saja bisa memuat tenaga peranti elektronik dengan pengawasan lainnya sebagai nirkabel—memelopori modus operandi potong orde genius merdeka.

“Hasil terbaru awak yakni sikap menurut memindahkan ombak radio 2,4 GHz yg terhidang selaku perigi kakas remaja, sehingga merampingkan hajat aki menurut menyubsidi tenaga atas elektronik yg awak gunakan sebagai koheren,” ujar atasan desain Profesor Yang Hyunsoo bermula NUS. “Dengan munculnya bait dengan pura pandai, tugas awak bisa membentuk penggunaan cermat kakas bermakna koneksi, komputasi, dengan orde neuromorfik.”

Artikel tercatat bisa ditemukan dalam: Sharma et al. (2021) Array Osilator Spin-torsi yg Terhubung Secara Elektrik menurut Transmisi Pita WiFi 2,4 GHz dengan Pemanenan Energi.

———

Sumber: Universitas Nasional Singapura.
Penafian: Artikel ini enggak menggambarkan pemikiran AsianScientist alias stafnya.