Menjaga Pertanian Tetap Bertahan Dengan Taman Terapung

AsianScientist (30 Juni 2021) – Menurut sebuah mencari ilmu perdana, padang terapung Bangladesh pandai diadopsi selaku implementasi perkebunan kontinu sama belahan loka yg panas kayau. Temuan terkandung dijelaskan analitis Jurnal Pertanian, Pangan selanjutnya Lingkungan.

Sebuah implementasi beratus-ratus tahun dalam Bangladesh, padang terapung terbuat mulai tumbuhan orisinal yg bertambah selanjutnya turun gabung cairan wai yg mendekati pakai ancu. Mengingat bahwa sepasang pertiga mulai grama itu sama dengan persil berkemal, perlak laksana itu selaku historis digunakan menjumpai langsung menempatkan mangsa semasa hari hujan buatan, pakai implementasi yg pula diamati dalam sejumlah belahan Myanmar, Kamboja, selanjutnya India.

Untuk menegakkan padang terapung, perdua pembajak selanjutnya keluarganya menyusun tumpukan tumbuhan laksana ancu, pakai redih tumbuhan laksana okra, bayam alias terong ditempatkan dalam dalamnya. Saat tumbuhan laksana ancu perlahan tergerai, mereka merelakan nutrisi yg sebentar mengasih mencatut redih, menguatkan mereka menjumpai maju.

Selama bertahun-tahun, metamorfosis kerangka semakin menghasut daya muat cairan dalam sungai-sungai Bangladesh—membuat ketinggian selanjutnya kayau yg eksesif dengan kurik terendah selanjutnya kekeringan yg eksesif. Mengingat stamina yg jelas mulai padang terapung dalam grama itu, kerabat kerja peneroka mulai Bangladesh, Jerman selanjutnya AS berikhtiar menjumpai mengkonfirmasi harga mulai implementasi perkebunan analitis menemui metamorfosis kerangka.

Oleh lantaran itu, perdua peneroka menginterviu suku pembajak yg memanfaatkan perlak terapung, mendapatkan nas menongkrong bahwa perlak terkandung mewariskan stamina makanan selanjutnya pencarian yg konstan biarpun kerangka berganti.

Dibandingkan pakai paya tua, pembajak yg mempekerjakan perlak terapung pandai mendapatkan doku sempadan catur tali air lepit—pakai sarwa suku berdenyut dalam perlak. Sementara cewek, anak-anak selanjutnya populasi lanjut umur merencanakan keturunan selanjutnya menghimpunkan tumbuhan cairan laksana ancu, laki menggarap perlak selanjutnya mendinding mereka mulai perampas.

Mengingat harga ini, perdua peneroka menalikan bahwa padang terapung Bangladesh tidak belaka belahan mulai harta pikiran grama yg berkecukupan. Jika diadopsi sama belahan asing loka yg panas kayau, padang pandai menyimpan sumur kepiawaian yg super dibutuhkan menjumpai penduduk yg minim terlayani yg peka lawan impresi terburuk metamorfosis kerangka.

“Kami titip api dalam sini ala metamorfosis adaptif menjumpai orang-orang yg sebagai objek metamorfosis kerangka, namun yg bukan mengadakan metamorfosis kerangka,” tutur teman penggubah Profesor Craig Jenkins mulai Ohio State University. “Tidak bangkit kemaknagandaan berhubungan itu: Bangladesh bukan mengadakan bab zat arang, walakin suah menderita imbas metamorfosis kerangka.”

Artikel terkandung pandai ditemukan dalam: Pyka et al. (2020) Berkebun Terapung dalam Pesisir Bangladesh: Bukti Pertanian Berkelanjutan menjumpai Ketahanan Pangan dalam Bawah Perubahan Iklim.

———

Sumber: Universitas Negeri Ohio; Foto: ICIMOD/Flickr.
Penafian: Artikel ini bukan memantulkan pendapat AsianScientist alias stafnya.