Mereformasi penjaga keamanan pada Filipina sama dengan peperangan yg muatan

Penulis: Kevin Nielsen M Agojo, Universitas De La Salle

Pada 5 Mei 2021, penguasa Filipina menegapkan pengukuhan Letnan Jenderal Guillermo Eleazar selaku tendas penjaga keamanan grama itu. Dia mengoper Jenderal Debold Sinas, yg menjelang baya purnakarya harus 56 warsa sesudah heksa rembulan berpikir. Penunjukan Eleazar pegari atas tenggang responsif berisi rezim Presiden Rodrigo Duterte yg kukuh.

Selain menunaikan bentrokan senjata vulgar Duterte akan narkoba, Polisi Nasional Filipina (PNP) jua bermain strategis berisi tata wabah COVID-19 sama penguasa. Polisi jua suah diinstrumentasi bagi memperluas pengaruh kepala negara maka mengkonsolidasikan pemerintahan yg tak modern. Di senter wabah, PNP mengumpulkan ketahanan ekstrim akan pengunjuk menguji maka publik yg terpinggirkan maka diperintahkan sama Duterte bagi membunuh terbuang paruh perakit keributan. Jumlah gempuran gemulai sama penerjang tidak dikenal maupun alat negara kesentosaan grama, seperti mana dijelaskan Human Rights Watch, menyusun semasa wabah.

Baru-baru ini, penjaga keamanan suah menolong etiket sirah — melakukan susunan erang fraksi via mengecap mereka selaku komunis — ‘pantry publik’ yg mendukung orang-orang yg sempit warisan menangkap rezeki. Unit penjaga keamanan diduga suah meronda pada bank rezeki maka merapatkan pengatur via kiprah komunis, sehingga mencelakakan hayat mereka. Sementara Sinas menyolang adanya aba-aba sejak pangkalan dalam negeri bagi memeriksa maka melakukan siluet pantry publik, kusut bagi menyedut kata-katanya seperti itu sendiri.

Di abad sarana kemasyarakatan tenggang ini, PNP jua suah mempersenjatai garis haluan digital bagi menghujah sarana maka mengawurkan kesungkanan maka penerangan yg melenceng menyambar pengunjuk menguji, pelopor rakyat, maka politisi babil. Dengan berlakunya Undang-Undang Anti-Terorisme 2020 yg polemis, tendas PNP yg aktual diangkat benar hendak mengantongi melimpah kejadian bagi dikelola.

Beberapa berpaham bahwa Eleazar kali mengalami guna sejak membarui tendas penjaga keamanan yg tak merakyat. Sebelum membatinkan fungsi ternama, Sinas ternama lantaran pesta olak tahunnya pada tampuk pemisahan penguncian COVID-19. Sebagai Kapolsek NCR tenggang itu, Sinas menggelar resepsi pora atas 8 Mei 2020 pada berisi Mapolres NCR. Netizen melakukan meme satir bagi menggelindingkan nafsu mereka atas resepsi dies natalis yg dianggap tak layak.

Meskipun sebagai blak-blakan meledek pemisahan wabah, tendas PNP tenggang itu Jenderal Archie Gamboa mendampingi Sinas sejak melimpah celaan maka menyatakan bahwa itu tidak sebuah kubu lamun belaka sebuah kubu. awal, serenade makanan. Ia jua menjelaskan Sinas hendak stabil sebagai Kapolsek NCR lantaran ‘kusut digantikan’. Duterte lambat memurnikan Sinas sejak seluruh pemungkiran maka kesudahannya mengangkatnya pada kehormatan sempurna jawatan itu heksa rembulan lambat.

Tanggapan penaka itu sama penguasa semampai penguasa menyebalkan lamun tak mengguncangkan. Bagaimanapun, tamasya sosial-politik Filipina suah rentang waktu dilanda pikiran impunitas. Pelanggar diberi kompensasi kiranya diselidiki maka dituntut sebagai kaidah kalau mereka sama dengan potret dominasi ataupun blok sejak potret terkandung.

Eleazar tak belaka niscaya menerapkan kaidah maka kesopanan, lamun jua menggenjot kecendekiaan bagi meluaskan nama baik PNP yg terkontaminasi maka merampingkan kelainan institusional yg mengagan 220.000 gerombolan penjaga keamanan. Mengatasi kegalauan mahajana terhadap hukum anti-terorisme yg aktual, menghentikan bentrokan senjata narkoba berpembawaan maka gerakan penandaan sirah yg rawan, meluaskan pos institut PNP akan gelogok non-tradisional maka memeras pertanggungjawaban aparat jahat kudu sebagai prerogatif eminen Eleazar. Aktualisasi tugas-tugas ini kali menghadang mengarah-arahi tabiat pemerintahan Duterte, pada mana PNP pertama dimobilisasi bagi meluaskan ‘kesopanan pada pada kaidah’ maka menyala selaku ‘pelebaya yg suka bagi kepala negara’.

Namun, Eleazar sepatutnya tak heran via mendapat tanggapan lapang selaku bekas kepala pasukan Gugus Tugas Gabungan COVID-19 Shield maka tamatan cum laude sejak Akademi Militer Filipina via pengetahuan berisi bedah menyerbu melintangi pembangkang komunis. Meski aktual hendak menjabat semasa heksa rembulan (usianya 56 warsa atas 13 November), beliau tinggal sanggup menggagas kecendekiaan inventif maka berjangka tinggi bagi mendukung PNP mengasak maksimnya menyahut maka protektif orang kebanyakan.

Perubahan kepemimpinan sebelumnya pada tampuk kubra memanifestasikan perbaikan jasmaniah lantaran kelainan yg berakar berisi institut. Dibutuhkan kehendak maka daya tahan bagi menjelang modifikasi kelembagaan, lamun Eleazar kudu merenungkan penunjukannya selaku momen bagi mengurus PNP atas tenggang yg responsif ini.

Selama formalitas Perubahan Komando atas jatuh 7 Mei, Eleazar memicu salvo yg kukuh via mengemukakan bahwa semasa waktu jabatannya selaku tendas penjaga keamanan ‘setiap centavo sejak harta kepastian jerih penat Anda yg dialokasikan bagi aku hendak berpengaruh pada lengan yg gemulai. Untuk bangkah yg tercecer berisi sekeadaan penjaga keamanan, beta hendak menerangkan bahwa Anda hendak memusuhi beta’. Jika Eleazar menetapi janjinya maka membonceng kesempatannya berisi kehormatan ini sebagai mentok, lalu orang kebanyakan Filipina kali mengantongi kian sejak semata-mata kewaswasan. awal memestakan.

Kevin Nielsen M Agojo sama dengan Asisten Dosen Profesor pada Departemen Ilmu Politik pada Universitas De La Salle, Manila.