Mimpi petro Kamboja terserang penyakit ketupat bangkahulu sebab pengebor mengajukan penutupan

PHNOM PENH — Perusahaan yg melayani tunggal pendapatan petro berhasil pada Kamboja sudah musnah pada dek utangnya, mewariskan ketupat bangkahulu kepada ambisi negeri itu bagi sebagai pembuat petro yg bena.

Dalam sebuah berita ala musim Jumat, KrisEnergy yg tercantum pada Singapura menegaskan kagak beroleh menunaikan hutangnya pula “mau menambahkan ke penutupan.”

KrisEnergy ala candra Desember memestakan pemompaan petro perdana negeri Asia Tenggara itu sejak pendapatan Apsara, sebuah izin terlepas pesisir yg jua dikenal selaku Blok A.

Namun, sangkutan maskapai yg tegap mantap sebagai afeksi kian tenggang itu. KrisEnergy sudah beruang pada dek benteng majelis hukum sejak kreditur semenjak 2019 sebab menyedang merestrukturisasi kerja kian sejak $500 juta.

Kemudian berburai ala belakang Maret bahwa pembuatan pada Apsara kian hina sejak prediksi. Sebuah bersekolah swatantra berikutnya mengunjukkan kepastian sejak posisi tercantum peluang membentuk “separuh kurang” sejak prediksi pra-pembangunan.

Kinerja yg rendah berisi bahwa restrukturisasi maskapai, yg menyandarkan aliran peti sejak cetak biru Kamboja, kagak juga akseptabel, peri berita Jumat. Keadaan bedel pada pelan kagak kunjung nyata.

KrisEnergy menegaskan kewajibannya mengalahkan timbangan asetnya, kagak mengantongi preferensi restrukturisasi pengganti, pula kagak beroleh meredakan semprot pura afiat jangka lengkung senteng.

“Oleh sebab itu, Perusahaan ala 4 Juni 2021 sudah mengajukan permohonan penghentian ke Grand Court of the Cayman Islands,” catat KrisEnergy. “Tanggal musyawarah Permohonan Penutupan mau ditetapkan.”

KrisEnergy menganut andil pada delapan izin pada Bangladesh, Kamboja, Indonesia pula Thailand. Ini mengukir tiga kekayaan pembuatan: pendapatan Kamboja, pendapatan petro pula udara pada Thailand pula pendapatan udara pertiwi pada Bangladesh.

Di sempang mereka, Kamboja sudah sebagai poin transenden maskapai bermutu sebanyak tarikh bungsu sebab penguasa menguber ambisinya sepanjang puluhan tarikh bagi mengambil petro.

Sebelumnya selaku kawan kerja minoritas, KrisEnergy mengakuisisi andil otak pada izin Blok A sejak Chevron ala tarikh 2014. Raksasa stamina AS itu menganut tahkik tercantum sejak tarikh 2002 tapi menjengul selepas melalui dekadensi, tergolong ketidaksepakatan bersama-sama bagian berhak menyenggol kepastian bea pula pemecahan nafkah.

Setelah memaraf kontrak pembuatan bersama-sama penguasa ala tarikh 2017, KrisEnergy diharapkan beroleh mengambil petro bermutu periode ganda tarikh tapi melalui kerumitan sebab taksiran petro turun, nafkah sejak cetak biru asing turun pula sangkutan menambun.

Cadangan Blok A – awalnya diperkirakan 400 juta limit 500 juta barel – tahu dianggap selaku sumur nafkah laten miliaran dolar, tapi penjurian balik memandangi timbangan pelan diturunkan sebagai bena sebab perbaikan yg hina pula belanja ekstraksi yg semampai.

Namun, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memuliakan pembuatan yg sudah lambat ditunggu-tunggu selaku “sikap bena” bagi bidang stamina negeri itu, katanya, mau mewariskan nafkah pula mendiversifikasi perdagangan.

Kementerian Pertambangan pula Energi Kamboja kagak kunjung melihat pinangan ucapan.

Seorang ahli sabda departemen membuktikan kekecewaannya ala candra April selepas menyelami kepastian yg kian hina sejak prediksi sejak faktor Apsara, pula menambah kans menjumput krida tiorem kepada KrisEnergy.