Pejabat Taiwan dekat Hong Kong Dipaksa Pulang

TAIPEI (Kyodo) – Pejabat Taiwan sejak pejabat kantor cabang daratan itu dekat Hong Kong dipaksa kembali ala Minggu selepas penguasa metropolitan menuntut mereka mengakui tindasan yg membenarkan sendi “se- China” Beijing, tutur perhimpunan perfek daratan itu yg menggebok wasilah pada China.

Dewan Urusan Daratan memadahkan bahwa pemain Taiwan dekat Kantor Ekonomi dengan Kebudayaan Taipei dekat Hong Kong, yg dioperasikan sama senat, tertekan membelakangi metropolitan berkat “kekangan ketatanegaraan yg tak tercerna mantik” yg pernah dibentuk sama penguasa Hong Kong, melebihkan senat mencabut “sentilan nyaring dengan sumpah” terhadap penguasa.

Kantor Berita Pusat Taiwan mengambil mata air anonim yg memadahkan bahwa tujuh sejak delapan pekerja pejabat mau lekas tamat visum mereka. Agar visum mereka diperbarui, pekerja diminta mengakui tindasan alias membelakangi metropolitan sebelum Senin.

Dewan jua memadahkan penguasa Hong Kong tiba melaksanakan paksaan ketatanegaraan sejak pejabat kantor cabang dari 2018 dengan tendas pejabat perdana, Lu Chang-shui, belum cakap mengutip geser jabatannya walaki dia diangkat warsa itu.

Kepergian pekerja Taiwan dekat Hong Kong berlaku selepas penguasa Makau memaklumkan ala musim Rabu bahwa mereka mau menangguhkan bedah pejabat perwakilannya dekat Taiwan.

Makau menguntit runut Hong Kong lombong menangguhkan pejabat perwakilannya dekat Taiwan ala 18 Mei.

Taiwan dengan Cina darat pernah diperintah sebagai terkucil dari mereka berakhir dekat senter pertempuran keturunan ala warsa 1949. Beijing dari itu mengibaratkan Taiwan demi daerah penyempal yg mengharap reunifikasi, pada kekejian asalkan kudu.