Pekerja PML-N meramaikan Yom e Takbir dalam Brooklyn, New York.

Brooklyn, New York,

Perayaan Yom e Takbir yg diselenggarakan dalam restoran Brooklyn setempat dimulai via pengejaan Alquran.

Kemudian, pengejaan Naat dipersembahkan menjelang Rehmat-ul-Aalamin.

Tamu sempurna tataan terkandung yaitu Presiden PML-N Punjab lalu bekas Menteri Hukum Rana Sanaullah melampaui telepon yg ditujukan menjelang getah perca pegiat.

Menurut Rana Sanaullah, Nawaz Sharif mengangkat Pakistan, gaya nuklir via mengharuskan menjumpai memasang peledak nuklir, momen ini, kagak bermukim seteru yg beroleh memindai negeri terkandung, PML-N kagak mau menyangkak bulu via merespons kesumat ketatanegaraan. Kami mau mengubrakan penguasa yg dipilih via resistensi orang kebanyakan

PML-N Presiden AS Rohail Dar, PML-N Presiden New York Ahmed Jan, Sekretaris Jenderal Rana Saeed, majikan PML-N AS Raja Razzaq, majikan PML-N Danish Malik, Kol (pensiunan) Maqbool lalu anasir peguyuban Pakistan lainnya lalu Kepribadian bidang usaha pun mengikuti.

Dalam pidatonya, Presiden PML-N Rohail Dar, Presiden PML-N New York Ahmed Jan lalu Sekretaris Jenderal Rana Saeed melaporkan bahwa ala 28 Mei 1998, Perdana Menteri Pakistan Mian Muhammad Nawaz Sharif diizinkan menjumpai menggarap tes seumpama nuklir yg menang, sungguhpun tekanan listrik universal. Dengan seperti itu, selepas lima letupan nuklir gemuk, Pakistan sebagai negeri berdaya gaya nuklir ketujuh dalam adam lalu yg perdana dalam adam Islam.

Dalam waktu terkandung, didikan PML-N Raja Razzaq lalu Danish Malik pun berpidato dalam ambang getah perca kandidat. Ia melaporkan bahwa Mian Nawaz Sharif merancang negeri tidak terlampaui via meluluskan memasang peledak nuklir. Keputusan Nawaz Sharif ala 28 Mei 1998 menjamin tempo front tingkatan penyambung lalu kinerja ini mau dikenang senantiasa.

Sebuah kue dipotong ala tataan Yom Takbir lalu jargon “Hidup Takbir”, “Hidup Nawaz Sharif” lalu “Hidup Pakistan” diucapkan.