Penculik bukan larat dihukum seusia sama andaikata mengibaratkan umpan bersama-sama berdisiplin: SC

Shaik Ahmed bermula Hyderabad, sudah menculik seorang keturunan dekat kolong usia, mahasiswa Kelas 6 SMA St Mary, Rezimental Bazaar, Secunderabad ala tarikh 2011

New Delhi: Jika kapita yg diculik bukan diserang alias diancam bagi dibunuh serta diperlakukan bersama-sama berdisiplin, alkisah pencuri bukan bisa dijatuhi ganjaran terungku seusia sama meneladan Bagian 364A KUHP India, cerita Mahkamah Agung.

Majelis Hakim Ashok Bhushan serta R. Subhash Reddy melaksanakan tatapan seraya menyisihkan dogma seorang kusir angkung, Shaik Ahmed bermula Hyderabad, yg sudah menculik seorang keturunan dekat kolong usia, mahasiswa Kelas 6 SMA St Mary, Rezimental Bazaar, Secunderabad ala tarikh 2011 serta menuntut bayaran Rs 2 lakh bermula ayahnya.

Pengadilan semampai melaporkan bahwa tersedia tiga bagian pokok bagi mendenda seorang tergugat meneladan Bagian 364A (penculikan bagi bayaran) yg usah dibuktikan sama penuntutan.

Dikatakan tiga bagian pokok yakni —- penculikan alias penculikan seseorang alias menahannya; merisau hendak mengakibatkan kepergian alias cedera ala kapita termaktub, alias kesibukan pencuri mencetuskan kegelisahan yg sederhana bahwa umpan bisa dibunuh alias dilukai bagi menggalang Pemerintah, Negara ganjil alias sistem Pemerintah alias kapita parak bagi mengimpaskan doku bayaran .

Mengacu ala ganjaran seusia sama alias bejat yg diberikan bagi dogma meneladan Bagian 364A, perdata semampai melaporkan, “Selain tuntutan mula-mula, berdisiplin hal (ii) alias (iii) layak dibuktikan, andaikata bukan, ganjaran meneladan Bagian 364A bukan bisa dibuktikan. nonstop.”

Pengadilan semampai tengah memperhatikan memadankan yg diajukan sama awak Telangana, Shaik Ahmed, yg mengkritik komando perdata semampai.

Pengadilan Tinggi sudah menolak pembelaannya atas dogma serta ganjaran terungku seusia sama meneladan bab 364 A bermula IPC.

Shaik Ahmed sudah menculik seorang mahasiswa Kelas 6 SMA St Mary bersama-sama tangkisan mengantarnya kembali. Anak itu diselamatkan sama petugas keamanan tempo ayahanda keturunan itu angkat kaki bagi mengimpaskan doku bayaran. Anak, yg berumur 13 tarikh ala selama keadaan ala tarikh 2011, serta ayahnya sudah melaporkan terhadap perdata yg makin pandak bahwa Ahmed bukan suah merisau bagi mematikan alias menikam keturunan itu.

Pengadilan semampai menyisihkan hukuman meneladan bab 364 A IPC.

Dari cena yg termaktub menggoleng penculikan, ternyata bahwa tergugat sudah menculik umpan bagi bayaran, pinta bayaran pun ternyata. Meskipun pengingkaran meneladan Bagian 364A belum ternyata minus kesangsian, walakin pengingkaran penculikan sudah sesudah-sudahnya ditetapkan sehingga Hakim Sidang yg bestari sudah mencatatkan temuan definit.

Tindak kejahatan penculikan sudah ternyata, pemohon laik bagi dihukum meneladan Bagian 363 (Hukuman bagi penculikan). Bagian 363 mengemaskan ganjaran yg cantik terungku bermula lupa se- taswir bagi jangka lengkung masa yg bisa diperpanjang senggat tujuh tarikh serta pun bisa dikenakan hukuman, cerita kadi.

Pengadilan kulminasi melaporkan bahwa itu kenyang bahwa pemohon laik dihukum terungku tujuh tarikh serta pun bertanggung sahutan bagi mengimpaskan hukuman Rs 5.000.

simpulan bermula