Penyensoran pelajaran Korea Utara yg tiada wajib sama Korea Selatan

Pengarang: Martin Weiser, Seoul

Korea Selatan mempunyai hal keistimewaan mangap yg bertambah muluk sejak yg belum lama mengandaskan berkenaan transportasi tebaran ke Korea Utara. Otobiografi formal Korea Utara berkenaan Kim Il Sung dijual akan massa pada berisi pinggiran Korea Selatan sama sebuah kongsi publikasi seni pada Seoul, Minjok Sarangbang, per Februari. Sebulan selesai situasi ini diketahui sama pers, penjaga keamanan menciduk ajang tertulis ala 26 Mei. Ini mengelupas sejak kebenaran bahwa lektur delapan volume, perdana darab dirilis pada Pyongyang ala tarikh 1992, yg menerkam aktivitas almarhum komandan sejak zaman anak senggat 1945, terhidang menjelang Gratis online pada tempat web Korea Utara. Situs web tertulis, tiada menakjubkan, disensor pada Selatan.

Masalah Minjok Sarangbang yaitu Pasal 7 Tahun 1948 Hukum Keamanan Nasional pragmatis mengandaskan diseminasi selanjutnya kepemilikan pelajaran Korea Utara pada Korea Selatan plus siksa mentok tujuh tarikh. Meskipun kekuatan menjelang menekan comotan lapang undang-undang dasar ini selesai Korea Selatan sebagai wilayah kerakyatan ala tarikh 1987, Undang-Undang Keamanan Nasional tinggal meluap disalahgunakan, seringkali menjelang tembak ketatanegaraan. Sebuah klausul aktual ditambahkan ke poin pertamanya ala tarikh 1991 yg mewajibkan pijakan diterapkan sesedikit kelihatannya menjelang membenarkan perisai kesejahteraan wilayah, tatkala itu saja tiada bisa menghadkan tahkik pokok insan selaku tiada galib. Tetapi penguasa Korea Selatan tinggal nunggangi undang-undang dasar ini menjelang menguber kelompok yg mendagangkan balik karya yg terhidang selaku percuma freely, bikin pelesetan pada Indonesia, mempunyai irama korea paksina pada USB mereka maupun turut pertembungan membaca pada Korea Utara.

Ketika penjaga keamanan digerebek pengedar selanjutnya panti pemiliknya ala rembulan Mei lantaran merilis profil Kim Il Sung, mereka saja mengambil sarwa tiruan otobiografi, yg membangkitkan halangan perdagangan pragmatis. Hanya seminggu sebelum pembersihan, a badan kepak daksina mempunyai mudarat menjelang mencapai mandat pidana atas perdagangan lektur. Namun, sebelum profil itu kusut menjelang dibeli lantaran pengecer karya transenden Korea Selatan suah menariknya sejak para-para mereka menjelang ‘mengatasi nasabah’, ekspres penyampai melaporkannya ala rembulan April. Salah satunya mencukil Keputusan Mahkamah Agung yg menuruti siksa penggal mereka yg mengecer ‘pelajaran yg produktif udu’, tidak doang mereka yg menjualnya. Ini kelihatannya melihat ala ketetapan Agustus 2011 waktu pidana suah mengevaluasi profil itu selaku pelajaran selanjutnya memberdayakan siksa pengasingan penggal seorang Korea Selatan yg suah mengecer profil itu sewaktu anjangsana ke Korea Utara.

Klasifikasi ini tiada menyusun lektur tertulis haram sebagai halnya adanya terkadang diklaim, lamun memasukkannya ke berisi bilangan ‘selumbar eksklusif’ yg tiada kentara pada mana batas keleluasaan diterapkan. Tidak kena daya, menjualnya akan kekerabatan ijmal tinggal haram, walaki sapa juga sanggup mengaksesnya pada ajang ijmal Perpustakaan Korea Utara sejak Kementerian Unifikasi. Komisi Etik Publikasi yg sejumlah penghuni raba menjelang menyentuh ketetapan menarik diri partisipasi. Ia tiada mempunyai tahkik menjelang mengadili, klaimnya, selaku pijakan yg relevan doang mengukir roman, komik, rekaman salindia, selanjutnya rajah yg beruang pada kaki kekangan Komisi.

Sudah resmi penggal iso- kongsi menjelang mengimpor selanjutnya megedarkan profil per Kementerian Unifikasi menyetujuinya ala tarikh 2012. Tapi doang memasukkan selanjutnya diseminasi lektur ke jawatan yg disetujui menjelang ‘tembak eksplorasi’ dibuat resmi, permintaan departemen.

Perusahaan yg menderita kerelaan ala tarikh 2012 menjelang mengimpor selanjutnya megedarkan profil, North-South Exchange Investment Corp, dipimpin sama penghuni yg tentu plus pengedar Minjok Sarangbang. Kim Seung-gyun, seorang lansia Korea Selatan, suah mendagangkan balik pengumuman Korea Utara pada Selatan pada kaki sertifikat formal sewaktu sayup 20 tarikh.

Ketika beliau diwawancarai sama Korea Selatan Berita Tongil, beliau meminta tiada wajib tumbuh izin berisi skandal ini selanjutnya menikai bahwa tumbuh batas menjelang haknya menjelang mengakibatkan. Itu pijakan berkenaan pergiliran selanjutnya aktivitas tentu antar-Korea kemungkinan membagul pengecer karya.

Panggilan perseorangan menjelang mereformasi maupun mengabolisikan Hukum Keamanan Nasional bertandang sejak keduanya lama selanjutnya maju, lamun tiada tumbuh sayap yg sedia menyentuh efek pemilu untuk hal ini. SEBUAH penilikan terbaru mencium bahwa sebagian besar warga membagul penghilangan Pasal 7. Satu-satunya klan baya yg tiada membagul yaitu gulungan kelompok Korea Selatan berumur 60 tarikh ke untuk yg sepihak muluk mengangkat lama. Kesenjangan ini sebagai kentara berisi penunjukan kepala negara 2017, waktu doang penghuni berumur Korea Selatan yg menyenangi kontestan kelompok lama.

Kasus Kim Seung-gyun probabilitas mau dibawa ke pidana lamun tetapan rampung kelihatannya tiada mau bertandang sewaktu bertahun-tahun. Insiden tertulis mengungkapkan seberapa meluap penapisan Korea Selatan atas pelajaran Korea Utara telah tertinggal periode, tiada wajib, menggugupkan, selanjutnya tiada kentara selaku pijakan, semisal tiada seutuhnya pada pendatang pijakan.

Thae Yong-ho, atase Korea Utara yg membelot selanjutnya akibatnya sebagai tubuh dewan perwakilan rakyat Korea Selatan, belum lama mengatakan bahwa beliau gamam perdagangan percuma otobiografi Kim Il Sung doang mau sebagai tindak perdana menjelang seutuhnya mencabut sensor ala wahana selanjutnya pengumuman Korea Utara. Demi kerakyatan Korea Selatan, kita pantas berkehendak itu sebagai kebenaran.

Martin Weiser yaitu penyelidik otomatis yg berbasis pada Seoul.