Perangkat Pengkondisi Seperti Anjing Pavlov

AsianScientist (3 Juni 2021) -Dalam pembaruan trendi akan uji pengkondisian semen Ivan Pavlov, peneroka per Hong Kong dengan AS suah melebarkan perlengkapan komputasi mendekati benak yg terdaya melatih diri via perkumpulan. Temuan mereka dipublikasikan dekat Komunikasi Alam.

Pada pertukaran 20ini seratus tahun, Pavlov merevolusi ilmu jiwa via menyatakan bahwa larutan iler yakni respon yg dipelajari. Saat menjelajahi penyerapan asu, dirinya melihat bahwa memetik kelinting semasa menelan mengkondisikan tajuk anjingnya akan menautkan vokal via santapan. Seiring kali, setiap darab kelinting bersuara, anjing-anjing itu hendak ngiler—mengelupas per apakah pegari santapan alias tiada.

Meskipun tabiat ini, yg dikenal demi melatih diri melintasi perkumpulan, bertunas selaku wajar ala makhluk bernyawa ganal asu dengan basyar—koordinasi komputasi menganggapnya terpencil makin runyam. Biasanya, komputer laptop membenahi dengan mengoperasikan penerangan selaku terserai, mencetuskan tugas-tugas data-intensif ganal penerimaan alegoris mengkonsumsi sebesar bulat kakas. Sebaliknya, benak kita cakap selaku bertumbukan melantaskan kedua tugas termaktub.

Untuk melampaui kepincangan kuno komputer laptop, kru yg dipimpin sama Associate Professor Paddy Chan per Universitas Hong Kong dengan Asisten Profesor Jonathan Rivnay per Northwestern University menimba gagasan per benak berarti maksud melebarkan perlengkapan anyar mereka. Di berarti maksud benak, neuron mengapalkan lambang esa setara beda via melepaskan anasir terbatas yg dikenal demi neurotransmiter melintasi sinapsis.

Mencari akan menciptakan balik cara ini, getah perca peneroka menumbuhkan keterangan plastik konduktif berarti maksud transistor elektrokimia organik akan menjebak ion. Dalam ‘transistor sinaptik’ mereka, ion berperilaku ganal neurotransmiter, mengapalkan lambang jangka stasiun akan menuang sinapsis ciptaan. Dengan membenahi masukan yg tertanam per ion yg terjerat, transistor cakap mengenali rangsangan sebelumnya—memobilisasi memori akan dipelajari melintasi perkumpulan per kali ke kali.

Untuk mempresentasikan daya anyar perlengkapan mereka, getah perca peneroka mempertautkan transistor sinaptik mereka ke berarti maksud lingkaran via pengawasan intonasi dengan sorot. Dengan menjabarkan lingkaran ke sorot dengan nanti kunjung mengaplikasikan intonasi, kru selaku bertingkat mengkondisikan lingkaran akan menautkan sepasang input awak yg tiada terikat ganal asu Pavlov nyaris sekurun yg silam. Kecuali, berarti maksud skrip ini, sorot yakni kelinting dengan tekanannya yakni makanannya.

Setelah esa peredaran training, lingkaran mereka cipta korespondensi prolog jangka sorot dengan intonasi, via sensornya menangkap gelagat kedua input. Lebih per lima peredaran training nanti, perincian sorot doang terdaya mencetuskan lambang.

Dengan kemampuannya ganal benak, transistor dengan lingkaran anyar berpotensi melampaui keterbatasan komputer laptop masa ini, teperlus perlengkapan kaku yg menguras kakas dengan daya terpaku akan melantaskan komprehensif darma selaku bertumbukan.

Karena lingkaran sinaptik terbuat per polimer ganal plastik getis, lingkaran ini lagi cakap via ringan diintegrasikan ke berarti maksud perlengkapan elektronik yg cakap dipakai juga perlengkapan implan via korespondensi serentak ke jejaring nasib dengan justru benak itu mufrad.

“Sementara penggunaan saya yakni kenyataan coret-coretan, lingkaran yg saya usulkan cakap diperluas makin berumur akan menginventarisasi makin komprehensif input sensorik dengan menyatu via elektronik beda akan menguatkan komputasi berakal pendek dekat sarung,” punding Rivnay. “Karena cocok via bumi biologis, perlengkapan cakap serentak berinteraksi via jejaring nasib, yg sekali istimewa akan bioelektronik turunan berikutnya.”

Artikel termaktub cakap ditemukan dekat: Ji et al. (2021) Meniru Pembelajaran Asosiatif Menggunakan Transistor Elektrokimia Organik Sinaptik Non-volatil Penjebak Ion.

———

Sumber: Universitas Northwestern. Kredit lukisan: Universitas Northwestern.
Penafian: Artikel ini tiada menggambarkan pendirian AsianScientist alias stafnya.