Program Pekerja Musiman Australia menggondokkan aktivis serta usahawan

Pengarang: Richard Curtain, ANU

Program Pekerja Musiman Australia (SWP) ialah kolom evakuasi paser senteng perincian aktivis berketerampilan renek pada sembilan grama Pasifik serta Timor-Leste kepada menyala dekat Australia. Jalur yg diatur sebagai singset membolehkan sponsor gawai yg disetujui kepada merekrut aktivis pada negara-negara ini kepada menyala dekat aspek persawahan serta fasilitas regional. Dalam praktiknya, seserpih terkemuka aktivis SWP dipekerjakan kepada menuai keping serta sayuran kepada membanjiri pinangan musiman dekat bidang hortikultura Australia.

Ada pinangan yg jangkung kepada operasi SWP dekat grama pengirim lantaran aktivis dibayar oleh pelan dibandingkan oleh operasi dekat grama mereka terkoteng-koteng. Pekerja SWP memperoleh remunerasi setiap weker yg kian jangkung yg dibayarkan akan aktivis terlepas dekat Australia serta mereka pula mengantongi untung pada janji gawai yg menjamin bahwa mereka memperoleh paling sedikit 30 weker gawai tinggi seminggu. Tetapi tanggungan ala usahawan ini silang selimpat dipenuhi lantaran COVID-19.

Awalnya, oleh secuil alias minus COVID-19 dekat negara-negara pengirim istimewa Vanuatu, Tonga, serta Timor-Leste, Program siapa tahu ditempatkan oleh pelan kepada menelaah kesulitan daya gawai yg diantisipasi sebagai besar yg disebabkan sama penghentian tapal batas mondial Australia. Kekurangan diperkirakan selaku 26.000 aktivis semasa kamar pengetaman.

Tetapi agenda kepada membonceng SWP sebagai ensiklopedis tak tercipta. Majikan saja diizinkan kepada membopong 1.370 aktivis SWP (setiap Maret 2021) oleh penerbangan charter yg diharuskan melewati karantina singset semasa 14 yaum ala jam kemunculan. Selain itu, seputar 7000 aktivis SWP yg datang sebelum tapal batas ditutup tak sanggup membelakangi Australia terasing melangkahi sangkala yg mereka janjikan sebelumnya.

Program wangsa SWP, rencana Tenaga Kerja Pasifik (PLS), yg berpusat ala operasi renek serta semi-terampil kepada paser sangkala yg kian rentang waktu sangkat tiga tarikh, tak sempat ditempatkan oleh pelan kepada memadatkan kontradiksi lantaran mata air operasi utamanya belum siap. persawahan. Jumlah aktivis PLS dekat Australia menumpuk hampir-hampir duet susukan lepit dari start COVID-19 pada 935 aktivis ala selesai September 2020 selaku 1807 aktivis ala selesai Maret 2021. Namun saja 21 obat jerih yg menyala dekat hortikultura selagi kebanyakan (71 obat jerih) ialah aktivis hortikultura. tinggi operasi penggarapan kutil.

SWP suah urung berkembang dekat tenggak arkian demi komentar pada tingginya pinangan aktivis ala jam pengetaman. Alasan istimewa kepada ini ialah dorongan penguasa yg mengagih tenggak bercokol wahid tarikh kian berumur perincian karet backpacker oleh izin pakansi gawai kepada menyala dekat negeri regional semasa tiga kamar. Insentif izin ini suah menolong pembajak suplai aktivis berketerampilan renek yg terasing kian gampang kepada dipekerjakan lantaran mereka telah berpengaruh dekat Australia serta bertanggung balas kepada meraba fasilitas mereka terkoteng-koteng.

Hanya dekat geladak 32.000 pemegang izin working holiday yg diberikan tambahan izin tarikh kedua alias ketiga mereka lagi berpengaruh dekat Australia ala selesai Maret 2021. Rasio backpacker oleh profesionalisme gawai pengetaman atas aktivis SWP dekat Australia ala selesai Maret 2021 hampir-hampir catur kepada wahid. Rasio ini kian jangkung pada perbandingan pra-COVID-19 tiga melaksanakan wahid. Terlepas pada risalah alat yg acap mengantuk kesulitan daya gawai kepada pengetaman serta impresi perkembangan kepada martabat keping serta sayuran, sebagian pembajak suah kapabel merekrut backpacker serta mahasiswa mondial kepada menuai tumbuhan mereka.

Terlepas pada anggaran yg kian jangkung, sebagian usahawan – pertama yg berpengaruh dekat kedudukan terasing – memenggal kepada merekrut aktivis SWP. Majikan ini menempuh majemuk anca, terkandung kudu merangkai serta mengganti rugi penerbangan sewaan yg garib. Mereka pula kudu menandingi janji yg rentang waktu tinggi memperoleh pembenaran pada alat medis grama yg berbuat lantaran betul beringat-ingat. Begitu aktivis datang, tuan kudu mengganti rugi aktivis kepada ditampung dekat karantina yg diawasi.

Negara-negara pengirim istimewa oleh berat kaki setujuan kepada memperbolehkan warganya angkat kaki selesai terang bahwa Australia sukarela pada COVID-19. Tetapi penguasa yg setanding ini pula berat kaki memperoleh aktivis yg pulang, lantaran nyanyang keleluasaan kebugaran mereka tak bakal kapabel menandingi diseminasi virus. Pemerintah Pasifik pula nyanyang akan mengganti rugi anggaran karantina yg diawasi kepada aktivis yg pulang. Setidaknya tinggi masalah Vanuatu, penguasa Australia suah setujuan kepada mengganti rugi anggaran karantina perincian aktivis SWP yg pulang.

COVID-19 suah menyinari bab peraturan memangku yg melandasi SWP demi kolom evakuasi yg diatur sebagai singset. Menyelesaikan bab ini membutuhkan ketentuan bilateral modis yg berperai-perai rumpang Australia serta per grama pengirim. Kesepakatan modis ini kudu mencengkeram ramah tamah lantai jangkung reguler rumpang anggota kabinet penguasa. Fokus pertemuan-pertemuan ini sebaiknya membawa penampilan grama pengirim serta pemeroleh moga-moga SWP kian lemas serta responsif atas kepentingan usahawan serta aktivis.

Richard Curtain ialah Peneliti dekat Pusat Kebijakan Pembangunan, Sekolah Kebijakan Publik Crawford, Universitas Nasional Australia.