Seiring laba Taliban, Biden mengangkat sumpah kepada konstan bertepatan kepala negara Afghanistan

NEW YORK — Presiden Afghanistan Ashraf bukan suka menggunakan jubah. Namun bekas mahaguru berumur 72 warsa itu, yg sudah melucutkan kerakyatan AS kepada pencalonannya selaku kepala negara pada Afghanistan, mencukupkan pakaiannya yg makmur maka menyembul seraya pose Barat terbaiknya kepada perjalanannya ke Washington minggu ini.

Misi Ghani batin penjelajahan dwi yaum ke mama praja AS ini: kepada mengesahkan kepemimpinan Amerika kepada menyorong penarikan rombongan Amerika, alias sedikitnya kepada langsung menolakkan gendongan maka perisai yg mereka butuhkan untuk rombongan ketenangan Afghanistan batin bertemu laba acap Taliban segala negaranya.

Di Gedung Putih atas yaum Jumat, Presiden AS Joe Biden berakad kepada “bertaut pagan atas” kepemimpinan Afghanistan walakin bukan menyengapkan kekhawatirannya akan adimarga ke muka.

“Afghanistan wajar menetapkan kurun dewasa muka Afghanistan … kekejaman yg bukan tembus angan, itu wajar dihentikan, walakin itu mau sungguh-sungguh gersang,” celoteh Biden. “Tapi awak mau konstan seraya Anda, maka awak mau menyelenggarakan yg termulia kepada membuktikan bahwa Anda memegang peranti yg Anda butuhkan,” katanya.

Ditemani sama saingan politiknya walakin sejawat penguasa blok Abdullah Abdullah, Ghani menyetujui bahwa doi mengagungkan titik kata Biden kepada terkebelakang.

“Keputusan Presiden Biden kuno, itu mengatur seluruh manusia mereken tukas maka mengingat mudik,” katanya. “Kami pada sini kepada mengagungkan maka mendukungnya.”

Biden, yg selaku delegasi kepala negara mengkritik “riak Afghanistan” Presiden Barack Obama musim itu, pada mana baju hijau AS mengirim sama banyaknya 100.000 serdadu kepada bertarung pada Afghanistan atas start 2010-an, menyebarkan penarikan tumpat rombongan AS atas April silam. Pada yaum Jumat, doi berakad bahwa relasi seraya Afghanistan “bukan kiamat” maka “mau dipertahankan” – maka bahwa sedangkan rombongan Amerika lari, AS mau langsung “meringankan membela rombongan mereka. [Afghan] baju hijau juga gendongan perdagangan maka ketatanegaraan.”

Ghani menimpali seraya memerikan: “Bangsa Afghanistan berharta batin ‘detik 1861,’ ganal Presiden Lincoln. Bersatu kepada melambuk republik, bercita-cita bahwa Republik dipertahankan. Ini yakni sortiran timbangan. Nilai-nilai bentuk terhad, alias bentuk inklusi.”

Sebelumnya, pada Pentagon, Ghani bersua seraya Menteri Pertahanan Lloyd Austin walakin bukan kuasa mengejawantahkan gendongan yg nyata selain asal-asalan.

Sebuah rilis ulasan pers Pentagon membawakan budi yg sarat seraya abstraksi diplomatik: “Austin menjelaskan mudik keterikatan Amerika Serikat kepada relasi proteksi AS-Afghanistan yg tetap,” katanya. “Menteri itu lagi meletakkan bahwa jurusan itu sungguh-sungguh berinvestasi batin ketenangan maka kemantapan Afghanistan, maka menjelaskan mudik gendongan AS kepada kompetensi sambungan rombongan proteksi maka ketenangan domestik Afghanistan.”

Apa yg bukan dikomentari Biden alias Austin yakni penerimaan cemeti dewa belum lama sama Taliban, pada pendatang penghalang mereka pada kidul Afghanistan yg didominasi Pashtun, pada lor maka barat yg didominasi Tajik, Uzbek, maka Hazara.

Taliban pernah menyedut aksesori 50 sejak 370 kawasan pada dukuh itu per Mei, taat Deborah Lyons, barid unik PBB kepada Afghanistan, yg masa ini mencengkam seputar sepertiga sejak dukuh itu. Menurut penjumlahan sama Long War Journal, 144 kawasan berharta pada landasan cais Taliban, 171 diperebutkan maka 83 pada landasan penguasa Afghanistan. Tapi mutakhir, belum lama dilaporkan atas penghitungan agen AS memerikan baju hijau Amerika maka terkaan agen menyatakan bahwa dukuh itu cakap rampak secepat heksa kamar sehabis baju hijau AS terkebelakang.

Milisi Afghanistan bercantum seraya rombongan proteksi maka ketenangan Afghanistan selagi perjumpaan pada Kabul, Afghanistan atas 23 Juni. Keuntungan Taliban pada Afghanistan lor, penghalang lapuk klan rasial minoritas dukuh itu yg mengusir rombongan disiden sejak kedaulatan sayup 20 warsa yg silam, pernah menggiatkan kepanikan penguasa kepada menyuburkan semangat tentara. © AP

Ghani memerikan untuk Biden atas yaum Jumat: “Hanya kepada penerangan Anda, yaum ini, rombongan proteksi maka ketenangan Afghanistan pernah mencabut mudik heksa kawasan, menyenangkan pada kidul maka lor.”

Pada yaum Kamis, Ghani pernah mengajukan menganalogikan ke kedua muka gang, bersua seraya karet komandan rapat AS. Upayanya melahirkan produk seraya Partai Republik, gara-gara Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell sungguh-sungguh responsif akan titik kata Biden kepada terkebelakang.

“Taliban, yg didorong sama mundurnya awak, melinting terkebelakang kesuksesan selagi bertahun-tahun, terpenting kepada hak-hak nisa Afghanistan, batin perjalanannya kepada mencabut Kabul,” McConnell membilangi batin sebuah pengumuman. “Meningkatnya alamat bahwa kerusakan ini cakap berlangsung lekas sehabis penarikan AS siap setingkat tragisnya seraya yg kuasa dihindari.”

“Keputusan Presiden Biden kepada menganjur rombongan AS membelakangi sejawat Afghanistan awak terkoteng-koteng kepada bertemu gaham yg diakui sama penganjur utamanya solo sungguh-sungguh tekun maka semakin inferior,” katanya.

Mantan atase Afghanistan maka sesama nonresiden Dewan Atlantik Omar Samad memberitahukan terbata-bata akan anjangsana Ghani, seraya memerikan itu berlebihan kecil, berlebihan telat.

“Bagi setengah manusia, ini siapa tahu akal ujung Ghani kepada mempengaruhi kecendekiaan Amerika yg mengangkat posisinya maka kepada membela agendanya kepada konstan memerintah,” katanya. “Bagi yg asing pernah telat alias rusak.”

“Namun yg mesti yakni bahwa muncul titik kata Amerika kepada lari maka bahwa sehabis mengurungkan angin rekonsiliasi sebelumnya, menyenangkan doi maka Taliban masa ini bertemu suratan dwi ruangan: pertempuran kaum alias peralihan ketatanegaraan mendatangi persetujuan,” celoteh Samad.

“Menjangkau terminal Amerika-nya atas musim kecendekiaan Amerika boleh jadi ditetapkan maka belaka muncul kecil kolom kejut kuasa menyulut keterikatan finansial aksesori marjinal maka gendongan retoris, walakin siapa tahu bukan menukar siasat,” katanya.

“Prospek pertempuran kaum siapa tahu berbakat walakin tatkala, maka hasilnya meletakkan Taliban seraya berjongkok, sedangkan ruangan ketatanegaraan kuasa mengejawantahkan zaman tatkala maka penyempurnaan yg dinegosiasikan.”

Elise Labott, seorang mahaguru pada American University School of International Service maka seorang kolumnis, menyalin bahwa Ghani tengah batin “urusan ujung kepada mencegah laba sama keras Taliban, mengasingkan gendongan finansial AS yg persisten sehabis penarikan rombongan NATO sejak dukuh itu. , maka, pada untuk segalanya, mengagau gadai jelas sejak Biden bahwa Amerika Serikat bukan mau menoleransi pemerintahannya tercemplung.”

Tapi Labott lagi menuduh portal Ghani yg mau rampak.

“Kepemimpinan maka perlakuan Ghani akan baju hijau meletakkan tabiat rombongan Afghanistan, yg, atas gilirannya, meringankan mengakibatkan perjuangan Taliban. Sejak itu, Ghani langsung mengelola pertempuran selaku mikro maka melemahkan karet panglima – seraya produk yg menyundut kesusahan,” tulisnya. “Di senter kelesuan baju hijau, doi menukar kepemimpinan pada unit ketenangan, mencukupkan anggota kabinet batin kampung halaman dwi tali air maka mencukupkan anggota kabinet proteksi, ketua karyawan bala tanah, maka seperdua dua belas buah panglima tema—kira-kira sejak mereka bertambah pengertian ketatanegaraan dari kesarjanaan baju hijau.”

Torek Farhadi, penganjur bekas Presiden Afghanistan Hamid Karzai, memerikan bahwa perjumpaan pada Gedung Putih itu “sungguh-sungguh imbas-imbas seraya seminar satu sebelum pisah.”

“Delegasi Afghanistan berharta pada praja kepada mengecek bahwa Taliban menyelenggarakan kekejaman maka mereka bukan yakin atas kerakyatan,” celoteh Farhadi. “Gedung Putih mau memerikan, awak kenal Taliban brutal, walakin mereka yakni samping sejak rezim Afghanistan maka penguasa wajar berbicara bertambah keras suara maka batin blok yg sudi pada paksa Kabul kepada berbincang per mengelola Afghanistan konstan bertepatan.”

“AS mustaid menyelesaikan tumpuan sehabis lari batin rangka tunjangan perdagangan maka kemanusiaan juga gendongan diplomatik. Washington harap-harap cemas muncul pengunduran pada paksa Ghani batin rekonsiliasi gara-gara itu yakni sulit kasar doi. [Ghani] bukan kuasa diterima sama Taliban selaku komandan kurun dewasa muka. Ia kepingin karet komandan Kabul lainnya mau memegang bertambah bertimbun keadaan kepada dikatakan kepada lekas menggelundung mendatangi penyempurnaan ketatanegaraan.”

Namun Ghani mengepas kepada menolakkan kisaran tegas atas status termaktub. “Mari kita pahami bahwa batin momen-momen integral peralihan, hal-hal berlangsung, walakin Anda mau memandang bahwa seraya cita-cita, seraya blok maka seraya kemitraan, kita mau memecahkan segenap hambatan,” katanya pada Ruang Oval.

Pelaporan aksesori sama Jack Stone Truitt pada New York.