Tehreek-e-Kashmir menggelar keluhan pada seantero Jerman atas KTT G7.

Matiullah, Berlin.

Pada ketika dialog G7, Tehreek-e-Kashmir menggelar muncul melalui pada puser metropolitan Hamburg. Doa menjumpai pengurangan dipanjatkan pada masjid-masjid pada seantero Jerman menjumpai mengenang 30 syahid yg dibantai atas 11 Juni 1991 gara-gara kekurangajaran rombongan India. Demonstrasi tertera diselenggarakan sama Tehreek-e-Kashmir Hamburg pula dihadiri sama perdua kepala domestik golongan ketatanegaraan Pakistan, rohaniwan musala pula sebanyak asik badan umum.

Para juru bicara memohon institut imbang utama khalayak sejak seantero rat, teperlus perdua kepala negara-negara G7, menjumpai mendendangkan karakter mereka berkualitas mengeluarkan kelaliman bukan kemanusiaan yg tengah berlantas pada Kashmir pula meninggalkan imbang terhadap ahli Kashmir menjumpai menyabitkan tulisan nasib singular.

Gerakan Kashmir Jerman memerikan kebersamaan demi perdua syahid Kashmir pada bermacam ragam metropolitan pada seantero Jerman terpenting Hanover, Stuttgart, Dresden, Berlin pula menganjurkan jampi tersendiri menjumpai mereka.

Presiden Gerakan Kashmir Hamburg Riaz Ghoman menyusun doa tersendiri pada masjid-masjid pada seantero Jerman. Rana Amir Mahmood, Chaudhry Tariq, Sheikh Shehzad, Farid Shah, Rao Haseeb, Hafiz Azeem, Muhammad Iqbal, Javed Iqbal, Tariq Mahmood, Shahid Bhai Syed Shahid, Maulana Hafiz Abdul Ghafoor, Naseer Warsi, Rana Saqib Khalid, Ashiq Ali, Atif Butt , Lala Shabbir, Usman Ali, Bilal Chaudhry, Raja Tanveer, Faseel, Raja Shoaib, Shahroz, Faseel Ali. Semua kepala Tehreek-e-Kashmir mengirimkan amaran kegiatan Kashmir pada bermacam ragam metropolitan pula meluapkan kebersamaan demi ahli Kashmir.

Pada ketika KTT G7, Ghoman memohon perdua kepala G7 pula institut imbang utama khalayak rat menjumpai mengungkapkan tenggang rasa terhadap orang-orang Kashmir yg bersifat pula mendendangkan karakter mereka berkualitas membagi mereka pemutusan tulisan nasib singular menjumpai mengeluarkan kelaliman India.