Teman terkini, udu lambat: Politik Organisasi Bersenjata Etnis sehabis Kudeta Myanmar

Myanmar lagi analitis kekeruhan melalui kian per delapan dupa maut ahli awam dengan lima mili dipenjara dari ketentaraan (Tatmadaw) merebahkan penguasa yg dipilih selaku demokratis atas 1 Februari. Setelah menguapnya tanya-jawab dengan penyelesaian ketatanegaraan, karakter kawanan melalui korps bersenjata sebagai kian menjendul. Sikap pasca-kudeta per sayup rangkap dua belas buah sistem bersenjata rasial (EAO) Myanmar yg suah bertarung membendung pemerintahan ketentaraan hendak sebagai penetap pada kala permulaan dunia itu.

Dalam nota gua kepada desain SEARBO, gua melepaskan perbuatan delapan welas sistem bersenjata rasial dengan perserikatan mereka pada Myanmar. Dalam 100 yaum mula-mula sehabis perebutan kekuasaan ketentaraan dimulai atas 1 Februari, beraneka warna prestise EAO suah berburai menerabas pengumuman jemaah, keaktifan, dengan rantai mereka melalui ketentaraan. Apakah perebutan kekuasaan suah menyandingkan kelompok-kelompok ini membendung udu bergabung mereka? Atau apakah perebutan kekuasaan memperdalam perpisahan mereka, dengan prospek pembuatan laskar federal?

Klik atas coretan bungkus pada kaki gunung kepada mengunduh ijmal kebijaksanaan afdal.

Koalisi Organisasi Bersenjata Etnis

Secara ijmal, delapan welas EAO rajin pada Myanmar pandai dibagi sebagai rangkap bagian: mereka yg mengesahkan Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (NCA) atas warsa 2015 dengan yg bukan. Perjanjian NCA yaitu permufakatan penghentian senjata multilateral mula-mula analitis cerita Myanmar. Ini kerap digambarkan selaku permufakatan hibrida, oleh serta mencengkeram permufakatan ketatanegaraan bagai atlas landasan pesawat udara kepada tanya-jawab ketatanegaraan dengan agunan kepada meminda, mencabut, dengan menyertakan konstitusi dengan kanon beda yg masuk.

Penandatangan NCA merias Tim Pengarah Proses Perdamaian (PPST) atas warsa 2016 dengan masa ini terdiri per sepuluh EAO. Empat EAO yg belum mengesahkan NCA merias perserikatan ketentaraan, Aliansi Utara, atas 2016. Setahun selepas, kelompok-kelompok ini dengan tiga penandatangan non-NCA lainnya merias Komite Negosiasi dengan Konsultasi Politik Federal (FPNCC). Ketujuh warga FPNCC ini dilaporkan merias 70 upah per kapasitas rombongan per segenap EAO pada dunia ini.

Memetakan penjadian Organisasi Bersenjata Etnis

Untuk mengenali perbuatan EAO pasca-kudeta, nota ini mengontrol kapita dengan kawanan mereka. Pernyataan, gerakan, dengan keikutsertaan EAO melalui ketentaraan pandai dianalisis menerabas tulangbelulang aktivitas meniru rangkap ukuran: ketatanegaraan dengan ketentaraan. Dimensi ketatanegaraan berpusat atas rangkap perbincangan superior: apakah satu kawanan suah selaku tercingangah menyeranah perebutan kekuasaan ketentaraan dengan apakah satu kawanan suah membopong maupun membopong perserikatan yg menjaminkan desakan bagi aset penguasa yg dipilih selaku demokratis yg digulingkan sama perebutan kekuasaan. Koalisi tercatat yaitu Komite Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), dengan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG). Apakah sebuah kawanan suah selaku tercingangah bersua melalui perutusan ketentaraan dari perebutan kekuasaan yaitu titik penyigian lainnya.

Dimensi ketentaraan menggarisbawahi apakah satu kawanan ada sengketa nonstop melalui ketentaraan dengan apakah sengketa ini subtil (risiko dengan sengketa nadir tengah rombongan pertiwi), maupun mega, pada mana sengketa menyangkutkan separuh bidasan, penjabalan balai madat ketentaraan, artileri dengan bidasan cuaca.

Pemetaan prestise EAO menyuratkan bahwa prestise mereka selaku tulisan nasib mega pandai dibagi sebagai catur bagian. Ada: kelompok-kelompok yg terbabit rivalitas bersenjata tercingangah melalui ketentaraan; kelompok-kelompok yg menyeranah perebutan kekuasaan pada permulaan ijmal tapi ogah membopong cara-cara ketentaraan; kelompok-kelompok yg sangat suka menarik surplus per ketentaraan yg kewalahan sama intonasi setempat dengan universal; dengan kawanan yg menegakkan kapasitas quo melalui teguh bungkam. Namun, esensial kepada dicatat bahwa oleh posisi ketatanegaraan yg bersalin melalui kuat, perbuatan separuh kawanan mentak bersalin analitis kemarin—tapi bukan selaku substansial.

Analisis rangkap ukuran menyuratkan bahwa perebutan kekuasaan suah memperdalam perpisahan EAO sekalipun masuk pamrih jemaah yg terbetik bahwa kejadian itu hendak menggabungkan kapasitas yg kontradiktif membangkang udu bergabung dengan mengizinkan pembuatan laskar federal. Tanggapan EAO mengenai perbuatan perebutan kekuasaan dengan pasca-kudeta bukan kembali bersangkut atas perserikatan mereka, maupun atas apakah mereka mengesahkan NCA maupun bukan. Posisi senjang EAO suah mengencong per harapan liga bersenjata terkini maupun laskar federal, yg didambakan paruh pengunjuk menempuh anti-kudeta atas mula perebutan kekuasaan.

Terlepas per kritikan bergabung bagi perebutan kekuasaan dengan desakan pembersihan halangan ketatanegaraan, warga PPST suah menarik ancangan yg kontradiktif kepada membangkang waktu pasca-kudeta. Kecuali KNU, warga PPST menjauhi pertempuran bersenjata melalui ketentaraan. Menjadi tentu bahwa bukan masuk keharmonisan ketatanegaraan maupun ketentaraan yg tegu pada tengah paruh warga PPST kala separuh warga dilaporkan mendatangi ritual Hari Angkatan Bersenjata pada Naypyidaw atas 27 Maret, dengan melaksanakan perjumpaan berpencaran melalui Komite Koordinasi Persatuan dengan Perdamaian Nasional Tatmadaw (NUPCC) pada Naypyidaw atas rembulan April dengan Mei.

Kudeta Myanmar per ain rasial minoritas

Anggota rasial minoritas yg menyanggah ketentaraan berkonsentrasi atas modifikasi institusional, selama kebanyakan suporter Bamar NLD primer atas pembersihan bos pihak dengan pembuatan rezim.


Demikian kembali, perbuatan FPNCC menyesatkan problematis sehabis perebutan kekuasaan – ada kawanan pada kedua sanding lingkup. Sementara tiga warga FPNCC, terkira United Wa State Army (UWSA), teguh bungkam sehabis perebutan kekuasaan dengan menegakkan kapasitas quo, peperangan langsung sinambung tengah Kachin Independence Army (KIA) dengan ketentaraan setiap yaum pada lor dunia. Tiga warga FPNCC lainnya, serta dikenal selaku Aliansi Tiga Persaudaraan, menyedang menunggangi fungsi Tatmadaw kepada menarik pula negeri yg tertinggal.

Perjanjian penghentian senjata terkini maupun laskar federal?

Seperti sebelum perebutan kekuasaan, paruh penandatangan NCA langsung sama-sama mendakwa menyelenggarakan pemungkiran. Tetapi pandai dipastikan bahwa bukan masuk penandatangan yg hendak mengemukakan likuidasi permufakatan penghentian senjata multilateral kuno, yg suah diakui sama mahajana universal dengan Majelis Persatuan (Pyidaungsu Hluttaw). Daripada menolak EAO beda kepada mengesahkan NCA sebelum perebutan kekuasaan, ketentaraan hendak langsung memerlukan permufakatan penghentian senjata santai maupun biliteral kepada menyedikitkan intonasi atas pasukannya, bagai yg suah dilakukan melalui AA pada Negara Bagian Rakhine.

Namun, sengketa yg masih berlanjur kian berat menumpuk oleh kebanyakan kawanan yg musim ini masih analitis simposium melalui perutusan ketentaraan yaitu kawanan yg belum sudah bertumbukan melalui ketentaraan sebelum perebutan kekuasaan maupun kawanan yg sahaja ada sebiji laskar. Militer kian mentak kepada menerangkan intonasi ketatanegaraan dengan ketentaraan atas kawanan bersenjata pro-NUG, menggelekak per kapasitas rombongan dengan rantai mereka sebelum perebutan kekuasaan. Selain itu, proporsi kebengisan yg disebabkan sama ketentaraan menolak pengunjuk menempuh anti-kudeta ke analitis peperangan bersenjata bagai yg visibel pada kaya lokasi lapangan jangkung dengan kota-kota perkotaan pada mana paruh pengunjuk menempuh menarik bedil mencari konservatif, senjata cahaya rakitan, dengan peledak membendung ketentaraan.

Secara keutuhan, perbuatan sistem rasial bersenjata sepanjang 100 yaum mula-mula perebutan kekuasaan bukan didasarkan atas perserikatan sebelumnya, maupun apakah mereka mengesahkan NCA maupun bukan. Kelompok-kelompok suah menunjuk prestise ketatanegaraan dengan ketentaraan yg kontradiktif sekalipun masuk pengakuan lapang bahwa perebutan kekuasaan suah menggabungkan kapasitas yg kontradiktif kepada membendung udu bergabung.

Terlepas per prestise EAO yg senjang—ada kawanan pada kedua sanding lingkup, laskar federal bukannya bukan mentak pada kala permulaan. Idenya berusul per United Nationalities Federal Council (UNFC) yg masa ini pernah bukan berproses yg terdiri per catur welas EAO sepanjang pemerintahan ketentaraan sebelumnya atas Februari 2011. UNFC melek selaku galat uni perserikatan EAO terkuat analitis cerita peperangan bersenjata rasial pada Myanmar.

Setelah perebutan kekuasaan, karakter KIA suah hidup selaku konkret, beradat pada analitis perserikatan maupun analitis keikutsertaan melalui NUG. Terlepas per laung PPST kepada merias perserikatan melalui non-penandatangan NCA, rantai yg patah tengah pemangku pemimpinnya dengan separuh warga FPNCC menyanggah kepraktisan proposisi ini.

Prospek Tentara Federal prospek mega jikalau KIA dengan / maupun KNU memenggal kepada mempersenjatai dengan menegakkan Angkatan Pertahanan Rakyat yg dipimpin NUG, maupun jikalau mereka pandai berhimpun kepada mengetuai EAO beda analitis merias Tentara Federal, menggelekak per mereka konflik sebelumnya.