Tempat Anda becus mengembat mercapada: Hong Kong’s Chungking Mansions berumur 60 tarikh

HONG KONG – Kadang-kadang dirusak sama tema deklarasi nista, Chungking Mansions Hong Kong menyandang muncung yg akbar lalu air liur mengembat umum.

Bangunan berlantai 17 yg keras populasi, yg menghimpun seputar 4.000 populasi pada 129 provinsi lalu selagi 60 tarikh pernah berlaku selaku tengah istimewa bazar lalu persilihan indra penglihat duit, yaitu lambang Hong Kong yg eksklusif.

Melewati sekitar tautologi selagi heksa sepuluh tahun final, monolit perkotaan awalnya dikenal atas penduduknya yg beraneka warna selaku akal budi lalu fasilitas yg populer leceh. Tapi riwayat akan hadiah pangan unik pernah meningkat selagi bertahun-tahun, sama besar manusia Hong Kong yg lapar kini mengarungi pematang dekat kian menjelang menduga menanggung yg sekerat akbar pada Asia Selatan lalu Timur Tengah.

Berbicara akan gambar hidup 1994-nya “Chungking Express,” sutradara Wong Kar-wai sudah menjuluki Chungking Mansions “ajang legendaris dekat mana jalinan tenggang orang-orangnya paling ruwat … Tempat yg keras lalu hiperaktif itu yaitu metafora yg agus menjelang metropolitan. “

Mereka yg menyeletuk lalu bergerak menerabas labirin toko-toko dekat dek lembah bukit kantor mau membelek usahawan kurs kaku yg pancarona sama tanda-tanda bercelak, bervariasi tenaga baju yg dijual, harta elektronik, pewarna bulu, kembang gula, lalu manik-manik sama bervariasi penunjuk tata susila.

Sebuah gerai beban yg pudat sama koper memperingatkan mudik ke peringkat kalakian, sebelum COVID dilarang selaku mendunia. Sebelum endemi, Chungking Mansions dikunjungi seputar 10.000 hadirin setiap yaum. Dengan penumpu tercantum, kerepotan yaum ini bisa jadi secuil teredam.

Atas: Sebelum endemi, Chungking Mansions dikunjungi seputar 10.000 hadirin setiap yaum, sama sekerat akbar pelancongan yg terlintang, kerepotan yg normal ramal diredam. Bawah: Bangunan eksklusif berlantai 17 ini pernah durasi berlaku selaku tengah bazar lalu persilihan indra penglihat duit. (Foto sama Jeremy Smart)

Sementara belah ekspatriat trendi yg menghadapi Chungking Mansions menjelang perdana kalinya yaitu agresi berkenaan seluruh alat, potensial aroma pangan yg menyeret kian besar manusia dekat sini akhir-akhir ini dari barang apa pula.

Sebagian akbar restoran pernah mencium prosedur menjelang beradaptasi sama metamorfosis tegah mengembat dekat Hong Kong, sama sedikitnya mono- membela perjanjian menjelang menyuplai pangan halal ke akomodasi karantina perlu metropolitan. Di Blok E dekat dek tujuh, Khyber Pass Mess Club dibuka ala tarikh 1991 sama Iqbal Mohammed dekat ajang yg dulunya yaitu kilang semarak, menganjurkan penganan usang India lalu Pakistan.

Saat itu, melamun Mohammed, sekadar berkacak duet restoran dekat semesta kantor, sama yg lainnya sipil kilang lalu konsorsium mahjong. “Sebelumnya, seluruh gerai mendagangkan beker lengan,” katanya.

Setelah teman-teman mendesaknya menjelang menghasilkan ajang menjelang pangan halal, Mohammed menuturkan doi mengangkat Chungking Mansions atas penyulut efisien. “Karena taraf sewanya ketika itu banyak,” ujarnya. “Itu terang seolah-olah kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa kedua, atas besar manusia pegari pada semesta mercapada.”

Selama bertahun-tahun, ramuan manusia semakin terdengar. “Setelah beta sibak, sipil manusia India, manusia Pakistan pegari lalu mereka mengemban sekitar ikhwan Cina,” terma Mohammed. “Lalu teman-teman Cina itu mengirim pirsa teman-teman beda. Mereka mengirim pirsa risalah, mereka menginterviu abdi, kalakian abdi sebagai naik daun.”

Mohammed mengakui bahwa gerendel baya berjarak ini yaitu materi lalu keilmuan berbobot ramah. “Kami menyandang juru masak yg paling ramah yg menghasilkan seputar 500 chapati setiap yaum,” katanya, menulis bahwa endemi pernah berakhir akbar takat 70% paham mondar mandir surat kabar.

Selina Ip, yg mengelola Paul’s Kitchen – restoran sama taraf hati-hati yg dinamai bertemu suaminya yg menganjurkan penganan Pan-Afrika lalu Filipina – menuturkan endemi pernah sebagai tempo menjelang kian memugas resepnya sebelum penyekatan mengembat yg diatur penguasa menggombeng. Dia saja memuliakan kesetiaan pelanggannya, yg menyeletuk ke restoran ketika doi berembuk.

Atas: Paul lalu Selina Ip awalnya mencacakkan Paul’s Kitchen selaku ajang dekat mana diaspora Afrika dekat metropolitan itu beroleh merasakan komune – kini sebagai restoran juntrungan. Bawah: Menikah selagi kian pada 10 tarikh, Paul lalu Selina Ip pada Paul’s Kitchen memahami mono- layak beda menerabas anjuran telepon yg berjarak. Hari ini jantung terhambur dekat seputar menu, lalu janji panah kelodan ditawarkan dekat restoran. (Foto sama Jeremy Smart)

Didirikan ala tarikh 2016, Ip menuturkan bahwa juntrungan pertamanya yaitu menciptakan ajang belah diaspora Afrika Hong Kong menjelang merasakan keinginan menanggung yg kental mendalam lalu merasakan menanggung kebersamaan dekat metropolitan dekat mana sekitar manusia kaku kian diterima dari yg beda.

“Di Hong Kong, lagi besar pembedaan – justru laki beta menghadapi ini,” terma Ip. Di Paul’s Kitchen, pelanggannya pernah mencium menanggung kebersamaan dekat mana mereka beroleh berembuk sama terlepas ketika tanda sebagai suram. “Ini seolah-olah panti,” katanya.

Mungkin godaan terbesar menjelang menyeret konsumen trendi, orang-orang yg pegari sekadar menjelang mengembat, yaitu menguasai nama baik Chunking Mansions yg terbatas menguntungkan.

“Saat perdana serokan pegari ke sini beta merasa bukan naim atas besar mengindahkan hal-hal minus,” terma Ip. “Kadang-kadang konsumen beta pegari ke sini lalu mereka merasa bukan naim, sudah beta menuturkan untuk mereka menjelang menelepon beta lalu beta mau pegari lalu menjemput Anda.”

Secara berjenjang, orang-orang melampas menjelang merasa kian naim lalu start mengemban dan teman-teman mereka. Kini menganjurkan janji panah kelodan, Paul’s Kitchen justru sebagai ajang belah konsumen yg lapar menjelang bersemuka bagian sukma mereka.

“Kami memerlukan jantung abdi menjelang merealisasikan usaha dagang. Saya palar menjadikannya seolah-olah panti,” terma Ip. “Saya palar manusia fasih kian besar akal budi, lalu ketika mereka mewarisi kian besar akal budi … mereka bukan merasa cemas, bukan mendiskriminasi, atas mercapada ini sedemikian itu akbar, kita usah silih menaksir.”

Profesor Antropologi Universitas Hong Kong China, Gordon Mathews, menuturkan bahwa kala doi start menyigi bukunya “Ghetto dekat Pusat Dunia: Chungking Mansions, Hong Kong,” ala tarikh 2005, nama baik kantor itu lengkap susah.

“Orang-orang merasa Chungking Mansions yaitu ajang yg lengkap rusuh, lalu kriminal merajalela dekat kian,” terma Matthews. “Mungkin berkacak secuil kejujuran dekat dalamnya, sah berkacak kian besar pegiat kelamin yg terpandang dekat kian dari sekitar tarikh lorot,” katanya, seraya meninggikan bahwa penjaga keamanan ala ketika itu menuturkan kepadanya bahwa konstruksi itu “potensial seaman sipil konstruksi beda. dekat Hong Kong.”

Atas: Tahun ini Chungking Mansions mau berumur 60 tarikh. Meskipun sudah menyeret petandang menjelang menduga keahlian yg menyentak, ketika ini kian besar manusia yg terikat sama jambar makanannya. Bawah: Sistem ketenangan yg ditingkatkan dikreditkan sama kenaikan ketenangan dekat Chungking Mansions. (Foto sama Jeremy Smart)

Sementara vlogger lalu varietas wisatawan terbatas lagi berduyun-duyun menduga keahlian yg menyentak takat serpih, itu ramal mereda, terma Mathews.

Saat ini, bilik tawang semakin dipandang selaku vak metropolitan yg eksklusif, lalu ajang yg dipeluk selaku belantara. Pada kamar Oktober 2019 selagi aktivitas penolakan, kala seorang penggagas pro-demokrasi diserang sama penerjang yg memuat tukul, lorot pegari informasi bahwa penerjang tercantum yaitu dinasti rumpun Asia Selatan.

Pada ketika itu, berkacak kepanikan pada sekitar bahwa pengunjuk menanggung potensial meratifikasi minoritas selaku bayaran, namun sayup 1.000 penganut aktivitas penolakan bergabung dekat Chungking Mansions menjelang menolong restoran dekat kantor lalu kedaerahan minoritas dekat metropolitan.

“Satu keadaan yg beta sukai pada Chungking Mansions yaitu orang-orangnya paling sosialistis. Saya tabu senja kala seluruh bus ditutup atas penolakan lalu beta bukan becus kembali, sudah minus diduga beta duduk dekat Chungking Mansions,” terma Matthews. “Saya bertolak ke sebuah restoran ala ketuk 11 ​​yg trendi kecuali kap lalu pemiliknya lekas mengirim beta pangan percuma. Dia bukan mesti meluluskan itu, tapi itulah yg berlangsung.”