Temui Wanita yg Mengubah Wajah Teknik

AsianScientist (23 Juni 2021) – Apa keserupaan flare barisan samudra, Kevlar, lalu wiper mirat dada? Mereka segenap diciptakan lalu dipatenkan sama paruh insinyur perempuan pioner. Saat ini, kuantitas perempuan yg menyusul karir dalam vak gaya lalu ilmu pengetahuan, sedangkan tinggal ringkas, kebanyakan menumpuk.

Misalnya, dalam Jepang, awewe sahaja menggantikan lima tip insinyur—khilaf homo- disekuilibrium kelamin terluas dalam mercapada. Namun, lewat meningkatnya awewe terbaik bagai Dr. Miyoko Watanabe lalu lembaga-lembaga dewasa bagai Japan Science and Technology Agency (JST) kepada membantu kedamaian lalu memajukan makin berlipat-lipat perizinan awewe, angka-angka ini diperkirakan bakal bertukar.

Seperti vak STEM lainnya, jinjing beraneka macam probabilitas kepada disekuilibrium kelamin yg jelas ini—fardu rumpun, marginalisasi, lalu disekuilibrium investasi ialah segenap pembawa terpendam. Tapi mereka menyedut sigi demi akademikus, peneroka lalu insinyur ulung masa mereka mengungguli gangguan tercatat.

Dalam sifat ini, beta memperingati tiga insinyur jawara penghargaan mulai Asian Scientist 100 yg menyulut alun dalam zona tercatat. Dari bentuk bumi senggat nanoelektronik, perempuan menyedut ubah mercapada gaya bermutu perolehan sekali lalu.

1. Dr. Annabelle Briones: Mengusir dedar berketurunan lalu mengurus alterasi

Saat ini kepala Institut Pengembangan Teknologi Industri lalu Sains lalu Teknologi (DOST-ITDI) dalam Filipina, Dr. Annabelle Briones rupa-rupanya menyimpangkan dikenal sebab pembangunan pancingan nyamuk harimau ovisidal-larvisidal yg makbul.

Perangkap yg kelihatan elementer sahaja terdiri mulai cangkir bolong lewat enceran berbasis embalau hangat dalam dasarnya. Lingkungan silam pancingan mengerutkan nyamuk harimau lalu ovulum yg mereka menaruh akan datang dibunuh bermutu enceran. Perangkap sahih terlampau gol dalam segenap lingkaran. Di Leyte, hal dedar berketurunan turun mulai 190 selaku sahaja tiga. Untuk desainnya yg lengit, Briones dianugerahi Penghargaan Gregorio Y. Zara 2020 kepada Riset Sains Terapan.

Selain pancingan nyamuk harimau jawara penghargaannya, belum lama, Briones membuahkan penelitiannya atas perbaikan lalu purifikasi gliserin demi produksi sampingan mulai biodiesel kerambil. Dengan mengasingkan lembaran cairan mulai biodiesel lalu mengolahnya, Briones mampu selaku praktis menentukan kotoran selaku produksi mustahak penting yg mampu digunakan dalam semesta pabrik kosmetik, santapan, lalu penggodokan.
2. Dr. Champika Ellawala Kankanamge: Rekayasa Perubahan Ekologi

Seorang insinyur kawakan lalu akademikus bumi yg gentur, Dr. Champika Ellawala Kankanamge menilai efektivitas sekuriti ekosistem bahar lalu desain penanganan kontaminasi.

Salah homo- penyambut Penghargaan Yayasan OWSD-Elsevier 2020 kepada Ilmuwan Wanita Karir Awal dalam Dunia Berkembang, lalu seorang mahaguru dalam Universitas Ruhuna dalam Sri Lanka, studi Kankanamge berpusat atas perbaikan tumbuhan ikhlas kepada mengendarai suku invasif dalam wai.

Dengan mempertimbangkan kelakuan masuk akal suku invasif lalu tumbuhan ikhlas bermutu segenap ihwal terpaut, Kankanamge kepingin mampu memperlalaikan kemerosotan ekosistem lalu memajukan persekitaran yg tumbuh.

Untuk menderma kebaikan ransum kelompok tempatan, Kankanamge saja mempertimbangkan kuasa metal tegang atas lauk lalu siput dalam laguna Batticaloa Sri Lanka. Karena warga negara terpulang atas wai demi sendang santapan samudra, proyek Kankanamge membuang permulaan ransum resolusi terpendam yg menekan pengotoran.

3. Dr. Samia Subrina: Bekerja lewat bakal sedikit kepada inovasi dewasa

Demikian sekali lagi, Dr. Samia Subrina saja mencorakkan khilaf homo- penyambut penghargaan OWSD-Elsevier Foundation Award 2020 kepada Ilmuwan Wanita Karir Awal dalam Dunia Berkembang. Saat ini selaku mahaguru dalam Universitas Teknik lalu Teknologi Bangladesh, proyek Subrina melahirkan macam mana sifat-sifat bakal nano mempengaruhi perkakas rasio nano.

Dengan menunaikan studi atas bakal nano yg terpaut bermutu beraneka macam penggunaan lalu bumi, proyek Subrina membagikan permulaan kepada pembangunan perkakas elektronik rasio nano.

Berharap kepada membagikan pula ke negaranya, Subrina saja mengestimasi macam mana bakal nano mampu berkontribusi atas perakitan kakas terbarukan. Mengingat bahwa nanoteknologi tinggal nisbi minim dieksplorasi dalam Bangladesh, Subrina—demi khilaf homo- empu terbaik dalam daerah itu—lantas mengurus bermutu vak yg umumnya didominasi lelaki.

———

Hak Cipta: Majalah Asian Scientist; Foto: Ajun Chuah/Majalah Ilmuwan Asia.
Penafian: Artikel ini tak menggambarkan amatan AsianScientist ataupun stafnya.