Turki mematahkan alkohol musim Erdogan menolak tarikh Islamis

ISTANBUL – Turki, yg sudah selaku republik sekuler yg melengking, meninggikan pemisahan alkohol masa Presiden Recep Tayyip Erdogan menyedang menyimpan Islam pada dalaman ketatanegaraan domestik lalu menepatkan desa yg berpenduduk sebagian besar Muslim itu ke Timur Tengah lalu menjauh bermula Eropa lalu AS.

Pada 29 April, penguasa Turki menetapkan penguncian domestik sewaktu sayup tiga minggu lalu mematahkan perdagangan alkohol had kemunca Ramadhan. Bahkan pada depot pusat perkulakan yg diizinkan menjelang jalan sewaktu durasi terkandung, lapangan minuman melengking ditutup plus selotip yg membayari mafhum nasabah bahwa sanding terkandung pernah ditutup selama untuk aba-aba penguasa.

Banyak karakter bergegas berbelanja minuman melengking sebelum penghentian. Seorang pegawai pada kincir buah anggur semenjana pada zona barat Thrace mencetuskan pernah menadah perbahasan melompati telepon akan transmisi bermula seputar 30 nasabah. “Saya sangka hamba bukan sudah memindahtangankan alkohol sama banyaknya ini sewaktu Ramadan,” katanya.

Penguncian habis 17 Mei, lamun penguasa bakal menjaga arloji petang kemunca pasar lalu rem alkohol had kemunca rembulan. Banyak karakter Turki mempersoalkan kemujaraban rem menggelontor pada bangunan demi kegiatan antivirus lalu mempersoalkan sikap terkandung demi ikut-ikut yg bukan sepertinya paham aktivitas individu.

Sejak meraup pindah mahkota ala warsa 2002, Partai Keadilan lalu Pembangunan yg berwenang pada Islam pernah mematahkan alkohol. Pemerintah pernah meninggikan tarif terikat sewaktu bertahun-tahun lalu ala 2013 menegaskan qanun yg mematahkan pariwara alkohol lalu perdagangan pada depot minuman melengking selepas ketuk 10 petang. Ini pun mematahkan kreator lalu bakul alkohol mencukongi rencana gerak badan.

Dan ini cuma patokan yg tampak. Meskipun bertambah bermula 150.000 depot, terjumlah supermarket, memindahtangankan alkohol pada Turki, sewaktu separo warsa ujung semakin teruk menjumpai kerelaan menjelang menyingkapkan depot trendi menjelang memindahtangankan minuman melengking, celoteh Ozgur Aybas, tendas konsorsium depot minuman melengking yg melihat pemisahan penguasa. Di separo zona ortodoks, dominasi tempatan menolak pelaksanaan depot, plus mencetuskan alkohol yaitu kekhilafan.

Kebun buah anggur pada pesisir Aegean Turki. Negara ini mewujudkan heterogen bagai minuman beralkohol.

Erdogan yaitu seorang Muslim alim yg dikenal gara-gara ketidaksukaannya ala alkohol. “Presiden sepertinya menyedang menyalin Turki selaku ajang semacam Dubai, Uni Emirat Arab, yg memberi penggunaan alkohol cuma pada tengah karakter kekok non-Muslim,” celoteh Aybas, mendengungkan pendapat sejenis pada pabrik terkandung.

Meskipun Turki yaitu desa sebagian besar Muslim, Turki menyandang pikiran menggelontor yg berkecukupan lalu mewujudkan heterogen bagai minuman beralkohol, terjumlah bir, buah anggur, lalu raki, minuman spesial desa terkandung. Minum selaku aci lekas selepas Republik Turki didirikan ala warsa 1923. Mustafa Kemal Ataturk, pembangun Turki modis lalu peminum minuman melengking, menyantuni menegakkan kincir buah anggur nasib baik desa.

Ataturk – yg mengaku ketatanegaraan lalu populasi Islam demi galangan eminen – menolak Westernisasi plus teras ala pelepasan desa lalu religi. Sementara separo karakter menyilau Turki demi desa Timur Tengah, institusi semesta lalu wahana Barat kerap menganggapnya demi lapangan bermula Eropa. Turki yaitu ahli Organisasi Perjanjian Atlantik Utara lalu dinobatkan demi kader menjelang aksesi UE ala warsa 1999.

Erdogan pernah menyedang menjungkalkan sekularisasi desa itu. Tahun lewat, penguasa menyalin Hagia Sophia Istanbul, sebuah tempat Warisan Dunia yg disekulerkan sama Ataturk ala warsa 1934, selaku sebuah langgar, lalu Maret lewat penguasa melansir penarikan awak bermula Konvensi Istanbul, sebuah sebahat semesta yg dirancang menjelang menyimpan betina bermula kebengisan.

Secara strategis, Turki pernah selaku berproses terseret paham problem Palestina demi desa Muslim, lalu aksesi UE-nya selaku berdaya guna ditunda.

Langkah memperketat susunan alkohol musim ini yaitu lapangan bermula akal Erdogan menjelang menaikkan Islam lalu nilai-nilai usang. Ketika qanun yg bertambah melengking diperkenalkan ala 2013, Erdogan selaku tersirat mempersoalkan Ataturk lalu kawan lamanya Ismet Inonu plus mencetuskan, “Mengingat ketentuan yg dibuat sama dobel tukang minum itu dihormati, kenapa ketentuan yg diperintahkan sama religi pantas ditolak pada segi Anda? “

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mangap pada sanding gambar Mustafa Kemal Ataturk, pembangun Turki modis, pada Ankara ala Juni 2019.

Erdogan berikhtiar merengkuh ras ortodoks pada desa itu, yg mencorakkan sebagian besar bermula warga lamun kerap merasa diabaikan sama elit sekuler, yg terlebih terkadang bukan memberi perempuan menyarungkan kerudung pada front global.

Menurut separo penilikan jurusan privat, cuma seputar 20% karakter Turki yg menggelontor alkohol selaku terpadu, selama Institut Statistik Turki yg dikelola penguasa mengatakan bahwa bertambah bermula 70% bermula mereka yg berumur 15 warsa ataupun bertambah bukan sudah menggelontor alkohol.

Namun populasi mungkin jenuh plus sikap penguasa yg menarik keistimewaan mereka menjelang memastikan minuman pujaan mereka. Dalam penilikan terbaru yg dilakukan sama Istanbul Economics Research, 56% responden menyilau rem alkohol belum lama demi bukan surup, selama 44% memperdengarkan gendongan mereka. Jajak ijtihad membuktikan bahwa terik pada irisan non-peminum menyandang keluhan akan rem terkandung.

Soner Cagaptay, pembimbing Program Penelitian Turki pada Institut Washington menjelang Kebijakan Timur Dekat, mencetuskan bahwa Erdogan lalu Ataturk benar seiras gara-gara keduanya menyedang menyalin desa berasas ramalan mereka seorang diri – lamun ramalan mereka sesudah-sudahnya antagonistis.