Twitter India MD diinterogasi sama Polisi Delhi ala 31 Mei bermakna skandal toolkit: Pejabat

Pemerintah suah merebut Twitter kepada mengusap tag ‘alat yg dimanipulasi’ oleh bab tertera tertunda pada muka majelis penegak kada

New Delhi: MD Twitter India Manish Maheshwari diinterogasi sama Polisi Delhi kamar lantas sehubungan melalui penyelidikannya akan skandal ‘toolkit COVID’, sebutan paruh kepala Kamis.

Mereka tak melubangi rincian kian berumur, walakin menuturkan ia saja ditanyai atas kebijaksanaan kongsi pada ulang penandaan tweet sama konsumen demi “alat yg dimanipulasi”.

Ini berlangsung sehabis Twitter dicap demi “alat yg dimanipulasi” sebuah tweet sama empu komentar BJP Sambit Patra ala ‘toolkit Covid’, yg dikaitkan melalui Kongres, atas dengan jalan apa menggariskan penguasa Modi kepada penanganannya akan gawat virus corona.

Seorang opsir petugas keamanan supervisor menuturkan ala yaum Kamis bahwa awak Sel Khusus Polisi Delhi, yg tengah menyelami bab ini, dikirim ke Bengaluru ala 31 Mei pada mana Maheshwari diinterogasi.

Perselisihan kepada ‘toolkit’ yg diklaim menyusun sehabis Sel Khusus Polisi Delhi ‘mengunjungi’ sepasang jabatan Twitter India ala 24 Mei selanjutnya melepaskan pemberitahuan, memintanya kepada berbagi penerangan berlandaskan yg mengklasifikasikan tweet Patra demi “alat yg dimanipulasi”.

Tindakan petugas keamanan itu memanen celaan rancap sejak antitesis Kongres selanjutnya Kiri yg menukas penguasa bertenggang menunjang kelepasan bertutur selanjutnya melaksanakan gelogok.

Memprotes “lawatan” Polisi Delhi ke kantornya, Twitter menuturkan samak melalui karyawannya selanjutnya kesanggupan gelogok akan kelepasan berekspresi.

Sebagai komentar, Polisi Delhi suah mencabut rilis yg menamakan pemberitahuan Twitter “melembai”, selanjutnya dirancang kepada menanggang pengusutan yg pasti selanjutnya mengusut “afeksi yg mencurigakan”.

Pernyataan tegang Kepolisian Delhi itu saja menamakan perangai Twitter “meredupkan, menukarkan afeksi, selanjutnya subjektif”.

Pemerintah suah merebut Twitter kepada mengusap tag ‘alat yg dimanipulasi’ oleh bab tertera tertunda pada muka majelis penegak kada, selanjutnya menafsirkan bahwa kebijakan alat kemasyarakatan tak becus melepaskan penjumlahan zaman bab tertera tengah diselidiki.

terminasi sejak