Twitter menutup akun bendahara TI gara-gara mencaring lembaga AS

Prasad membahasakan bahwa aktivitas Twitter melahirkan pengingkaran lembaga TI, gara-gara Twitter batal mengasung pemberitahuan sebelumnya sebelum menolak kans ke akunnya.

New Delhi: Twitter atas musim Jumat menutup akun bendahara teknologi penerangan Ravi Shankar Prasad semasih wahid weker gara-gara telaahan pengingkaran Undang-Undang Hak Cipta AS, sebuah sikap yg mengikuti bendahara itu semaunya lalu melahirkan pengingkaran substansial lawan lembaga TI India. Memukul Twitter, Prasad membahasakan jeluk seluruh posting dalam Koo, kebijakan saluran kemasyarakatan parak, bahwa aktivitas Twitter yaitu pengingkaran lembaga TI, gara-gara Twitter batal mengasung pemberitahuan sebelumnya sebelum menolak kans ke akunnya. Akun itu akhirnya diblokir selesai fatwa.

Mr Prasad, yg diduga sudah mencaring ketentuan benar mengadakan bersama-sama memposting penjepit dirinya bermula pikiran televisi, membahasakan: “Twitter menolak kans ke akun patik semasih hampir-hampir wahid weker bersama-sama keterangan bahwa berdiri pengingkaran lawan US Digital Millennium Copyright Act. . Selanjutnya, mereka mengabulkan patik menjumpai mengakses akun tertera.”

Menteri menyematkan: “Jelas bahwa permakluman patik yg menggemakan aktivitas semaunya lalu semaunya bermula Twitter, terpenting mengalokasikan penjepit soal jawab patik ke terusan TV lalu dampaknya yg perkasa, sudah sabit memberantakkan bulunya.” Dia membahasakan aktivitas Twitter “mencaring substansial Aturan 4 (8) Aturan Teknologi Informasi (Pedoman Perantara lalu Kode Etik Media Digital) 2021, gara-gara mereka batal mengasung pemberitahuan sebelumnya sebelum menolak kans patik ke akun patik terkoteng-koteng.”

Twitter lalu penguasa sudah berparak jeluk seluruh skandal jeluk seluruh candra ekor. Aturan modis menjumpai letak jejaring kemasyarakatan, yg mengatup penudingan manajer ketaatan yg berbasis dalam India lalu persyaratan lainnya, sudah mencetuskan perdebatan yg berpanjang-panjang, menaikkan keresahan bahwa Twitter kira-kira kagak tengah menikmati asilum lawan konten yg dibuat konsumen.

“Selanjutnya, saat ini sabit apa pasal Twitter menolak menjumpai mengikuti Pedoman Perantara gara-gara kalau Twitter mematuhinya, beliau kagak bakal boleh sebagai semaunya menolak kans ke akun manusia yg kagak setakar bersama-sama buku catatan mereka,” catat Prasad. Saat Twitter mengajukan Undang-Undang Hak Cipta Milenium Digital AS, Prasad memerintah: “Masalah yg niscaya dibahas makin berumur jeluk latar belakang ini yaitu apakah India bakal dipandu sama ketentuan benar mengadakan AS maupun ketentuan benar ciptanya terkoteng-koteng? Bisakah kebijakan multinasional penaka Twitter yg memproklamirkan dirinya selaku pengantar liwa kemerdekaan merenjeng lidah memeras ketentuan Amerika dalam India menjumpai menyekap kemerdekaan merenjeng lidah seorang bendahara bos Pemerintah India?” Dia menyematkan: “Apa pula yg dilakukan kebijakan segala sesuatu pula, mereka perlu sebaik-baiknya mengikuti lembaga TI modis, lalu kagak bakal berdiri kesepakatan menjumpai itu.”

Sementara itu, komponen badan legislatif Kongres Shashi Tharoor, menyahut tweet Prasad, membahasakan sebuah film yg diposting olehnya akhirnya dihapus sama Twitter gara-gara dendang BoneyM berkuasa mengadakan Rasputin dalam dalamnya. Mr Tharoor yaitu pengarah Komite Tetap Parlemen menjumpai Teknologi Informasi

penyudah bermula