Undang-undang anti-sanksi China akan menekan kongsi heran

HONG KONG – China suah menambah tekanan listrik ala kongsi multinasional bersama mencabut undang-undang dasar yg hendak memidana mereka yg menaati penalti heran kepada Beijing, gara-gara susunan bersama AS memburuk.

“Hukum penalti anti-asing” yg disahkan ala yaum Kamis memberdayakan yurisdiksi China akan menyatakan pembengkakan ataupun merampas kapital berawal kongsi yg dianggap meringankan pengukuhan ganjaran termaktub. Ini hendak beraksi dalam titik pusat moneter Hong Kong – sebuah sikap yg diperingatkan Kamar Dagang Amerika dalam China hendak semakin mengikir kedaulatan pura.

Undang-undang anyar itu merisaukan “kaliber terserai” yg dinikmati Hong Kong lagi jajahan jiran Makau berkualitas perniagaan mondial, kecek Greg Gilligan, koordinator pengadilan.

Undang-undang kedamaian domestik yg diberlakukan dalam Hong Kong warsa lantas suah mengikir akidah ala strata prinsip kasar pura itu, yg suah tempo memanggul kapasitas tariknya demi titik pusat moneter. Banyak usaha dagang mewaspadai karakter Beijing yg kian kentara berkualitas kesibukan Hong Kong, lagi merasa dipaksa akan merapah dalam coreng yg berguna akan menaati prinsip China lagi jajahan asing, tertera AS.

Sekarang, sistem ataupun person yg terendong berkualitas implementasi aktivitas pilih kasih kepada anak jajahan ataupun materi Tiongkok becus ditempatkan ala skedul anti-sanksi sama unit penguasa Tiongkok, takwa undang-undang dasar termaktub. Ini becus terbetik ke direktur atasan lagi rekanan, tertera ahli tim.

Mereka yg berdasar berkualitas skedul mudah-mudahan ditolak hadir ke China ataupun diusir berawal jajahan itu. Aset mereka dalam Tiongkok becus disita ataupun dibekukan, lagi mereka becus dilarang melayani usaha dagang dalam daratan Tiongkok.

“Undang-undang anyar ini mendatangkan persoalan kesetiaan yg berpotensi kagak becus didamaikan alokasi kongsi heran sehubungan bersama pertengkaran prinsip sempang yurisdiksi heran lagi China, lagi awak kepingin [U.S. and China] tan- menggagahi kongsi kita akan saja menakuk iso- bidang ataupun yg asing,” kecek Gilligan.

Mini vandePol, empu grup riset lagi kesetiaan Asia-Pasifik perusahaan prinsip Baker McKenzie dalam Hong Kong, menyimpan resepsi yg persis akan undang-undang dasar termaktub.

“Undang-undang kini menerimakan alur akan tuntutan tiru celaka kepada kongsi multinasional lagi China yg dipandang demi budak lagi penunjang seumpama mereka menaati penalti heran akan mendiskriminasi China lagi keperluan nasionalnya,” katanya.

Pengesahan undang-undang dasar termaktub yakni salvo terbaru berawal China gara-gara bergerak akan menangkis penalti Barat yg dijatuhkan bagi perkiraan pemungkiran sah utama makhluk dalam Xinjiang lagi pengikisan kedaulatan Hong Kong. Ini yakni jalur prinsip menyimpangkan besar berawal Beijing akan mengganti, membagi timbangan ala langkah-langkah sebelumnya, ganal sikap Januari sama Kementerian Perdagangan akan mengizinkan pidana China memidana kongsi mendunia gara-gara menaati aktivitas heran.

Undang-undang itu menjedul saja seminggu sesudah tadbir Presiden AS Joe Biden melegalkan hambatan pemodalan ala 59 kongsi tertera kongsi telekomunikasi Huawei Technologies lagi China Mobile gara-gara meringankan angkatan bersenjata China.

Tahun lantas, seputar 45 kepala China diberi penalti sama AS, tertera 15 ahli Kongres Rakyat Nasional. Uni Eropa, Kanada, lagi Inggris pula suah merubuhkan penalti ala kepala China bagi segalanya yg mereka prasangka demi pengisapan kepada Uyghur dalam Xinjiang.

China suah menangkis AS bersama sanksinya terkoteng-koteng, lamun ini menyimpan ekses yg hebat mini mengenali karakter Amerika lagi dolar berkualitas perdagangan kosmos.

Dengan persetujuan undang-undang dasar termaktub, China suah mengirim “permintaan ketatanegaraan yg nyata,” kecek Nicholas Turner, seorang pendamping dalam Steptoe & Johnson dalam Hong Kong, melebihkan bahwa “hadir kecerdikan akan menginginkan kenaikan berkualitas aktivitas regulasi.”

“Undang-undang anyar ini menggambarkan sikap yg nyata akan menggambarkan perkakas penalti lagi kontra-sanksi China.”

Pelaporan gandaan sama Nikki Sun.