Video “Welcome to Singapore” TikToker yg mengungkap kejadian kemasyarakatan membangun netizen menyukai makin

Singapura—Satu Tiktoker berdendang dekat jantung sosok Singapura enggak (cuma) akibat suaranya, namun akibat beliau mengurus realitas kejadian kemasyarakatan yg repot.

Secara terpilih, Tally @tallytubbies, yg suaranya disamakan sama seorang kritikus Ariana Grande, menyandang serangkaian film berjudul “Welcome to Singapore,” yg diadaptasi mulai senandung yg dinyanyikan sama badut AS Bo Burnham berarti babak spesifik Netflix-nya yg berjudul “Welcome to the Internet,” yg suah sebagai viral.

Ketiga film Tally “Welcome to Singapore” tiap-tiap suah dilihat makin mulai ahad juta darab, menggunakan yg ketiga, yg beliau posting ala musim Minggu (4 Juli), mendatangi biji ahad juta berarti sehari.

Jelas, perempuan rawan itu suah mengetuk saraf.

Dalam film perdana, beliau mengurus, LGBT, aktivitas kelamin, misogini, kepaduan rasial.

@tallytubbies

terjaga berkunjung dekat singapura #fyp #foryoupage #tiktoksg

♬ bahana bersih – Abigail Barlow

“Anda kontemporer selalu mencetuskan muka susah Singapura,” catat seorang kritikus.

Banyak netizen memujinya, pula merebut makin ekstensif poin akan dibahas.

Dalam cicilan keduanya, beliau sebagai jelas terhadap pola edukasi, selaku balasan untuk sebuah perkataan.

@tallytubbies

Balas ke @kinmoza terjaga berkunjung dekat singapore pt.2 #fyp #foryoupage #tiktoksg

♬ bahana bersih – Abigail Barlow

Ini cuma membangun netizen merebut makin.

Dalam film ketiganya, beliau sececah makin ekstensif mengurus rasisme—namun serupa mencebak makin berarti terhadap meritokrasi, kedaulatan bermusyawarah, pula POFMA. Dia menguraikan, akan tetapi bahwa melihat yg beliau nyanyikan suah ditulis sama sosok beda.

@tallytubbies

Reply to @baeronasopreddy welcome to singapore pt.3, lyrics by the lovely @baerendang #fyp #foryoupage #tiktoksg

♬ bahana bersih – Abigail Barlow

Tally mewarisi seluruh kritikan akibat mengidungkan senandung terhadap Cina selaku suku bangsa “termulia”, yg beliau jelaskan dimaksudkan akan sebagai sarkastik.

Namun, seorang kritikus memperingatkannya bahwa beliau lagi menjejak es genting.

Komentator beda, seluruhnya masih, merebut makin ekstensif.

Tally suah menyemboyankan barang apa yg mau berkunjung.

Beberapa pirsawan mulai bagian adam beda memadahkan pengamatannya terhadap Singapura mendekati menggunakan barang apa yg mereka wajar dekat tanah air mereka mufrad.

/ TISG

Baca serupa: TikToker Minta James Corden Batalkan Segmen yg Memperlihatkan Makanan Asia ‘Menjijikkan’

Ikuti beta dekat Media Sosial

Kirimkan kabar Anda ke [email protected]