Wabah Pembunuhan dekat Filipina

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, urusan mula-mula COVID-19 dikonfirmasi dekat Filipina atas 20 Januari 2020. Lebih semenjak setahun setelah itu, masa ini tumbuh makin semenjak 600.000 urusan yg dikonfirmasi, hampir-hampir 13.000 maut maka lonjakan 5.000 urusan hangat dekat satu musim. Sekitar 41 pembasuh tangan semenjak kuantitas seluruhnya urusan yg dikonfirmasi berpokok semenjak National Capital Region (NCR), wadah Manila berpengaruh. Korban mati balasan Perang Narkoba Duterte semenjak Juli 2016 berputar semenjak terkaan kuno 8.663 oknum turut Dewan Hak Asasi Manusia PBB, limit sepertinya tiga serokan makin jangkung meniru afirmasi semenjak Komisi Hak Asasi Manusia Filipina. Rekor formal semenjak Badan Penegakan Narkoba Filipina (PDEA), perhimpunan yg mengerah Perang Narkoba Duterte, yakni 6.011 maut semenjak Juli 2016 limit Desember 2020.

Yang merisaukan, respons endemi dalam negeri malahan dimanfaatkan kepada mengarahkan Perang Narkoba bersama-sama genosida dekat perantau ketetapan mengopi promosi 50 pembasuh tangan sempang April maka Juli 2020. Kematian tergantung COVID-19 maka genosida dekat perantau ketetapan tergantung bersama-sama Perang Narkoba sudah kondang diwakili. sama penguasa Duterte demi terpotong semenjak, maupun dekat perantau, seluruh rengkuhan maka repertoar represi yg tumbuh dekat yad benua.

Namun sebelum endemi, oknum Filipina suah kelar maka diinokulasi kepada kelenyapan semangat massal maka pemungkiran sah baku bani Adam, malah lantaran militerisme yg sudah sebagai ilmu mantik ketenteraman dekat sisi belakang rezim Duterte. Kita becus menguasai denyut sehari-hari dekat Filipina demi sisi semenjak kekejaman persisten, semenjak musim mula-mula Duterte memuluskan bentrokan senjata menyapu bersih narkoba, limit penerimaan angkatan bersenjata lawan darurat kesegaran jam ini. Filipina suah mengambil ‘epidemi melumpuhkan’ yg sebagai pertentangan melaksanakan maut sebagai hakikat imajiner maka lanjut pecah penuh oknum Filipina, malahan sebelum epidemi kelainan.

Oleh lantaran itu, vital pecah awak kepada persisten menuturkan dengan cara apa bencana maka maut massal melahirkan rakitan rutin maka makul dekat sisi belakang Duterte maka apa pasal penguasa ini layak bertanggung respons buat epidemi melumpuhkan yg sudah ditimbulkannya. Orang Filipina layak menegakkan permohonan mereka kepada kepemimpinan yg makin terbaik, respons darurat maka tata laksana sekalipun Presiden persisten tertimpa voltase semenjak Presiden, tukang bicaranya, maka peserta rezimnya yg mengizinkan. Pemilu dalam negeri Mei 2022 yg hendak ada sudah menggugah permufakatan mengenai pentingnya kepemimpinan dekat sempang sektor-sektor kategoris yg dimobilisasi sama tanya, ‘Presiden‘ maupun ‘kacau balau‘(‘ kepala negara ‘maupun’ godaan ‘)? Pada lantai supremasi paripurna, apakah Filipina mempunyai seseorang yg mengepalai, maupun seseorang yg sebagai individualis menanggang penyembuhan maka mengakibatkan perpisahan?

Perang narkoba maka margin ketenteraman angkatan bersenjata

Pendekatan default Duterte yakni memanfaatkan angkatan bersenjata maka penjaga keamanan dekat setiap darurat. Namun, penghampiran ini mendatangkan krisisnya tunggal lantaran kaca militerisme yg terputus bukan memuaskan tinggi mengurus asal muasal pencetus multidimensi maka pengaruh semenjak penuh tantangan ketenteraman ijmal yg kita hadapi jam ini. Berdasarkan ilmu pokta yg tersaji, maka segala sesuatu yg COVID-19 tunjukkan sebagai ijmal, getah perca majikan benua layak berupaya membereskan panorama ketenteraman yg bersalin sebagai tajam dekat mana keseriusan maka gelombang insiden supernatural yg menumpuk hendak mengintimidasi seluruh jurusan denyut bani Adam maka ekosistem. Apa yg bukan becus disangkal yakni bahwa getah perca majikan kalah tinggi mengurus darurat — terbaik tinggi kondisi perselisihan bersenjata, kecelakaan maka alterasi kerangka, maupun endemi kesegaran — masa mereka bukan menghantar berbagai ragam prospek maka ketukangan.

Pendekatan yg didorong sama angkatan bersenjata maka penjaga keamanan Duterte kepada setiap operasi pemungutan titik kata dalam negeri bukan diskriminatif. Dia mencari akal menjebak oknum Filipina, terpenting fungsionaris kesegaran baret haluan yg melahirkan ketidakpuasan mereka, demi ‘imbangan’ yg bukan melancarkan apa-apa selain menyambat. Karena dirinya mereproduksi maka berinvestasi tinggi darurat militerisasi, dirinya bukan dapat bukan mengartikan visi yg berselisih demi gelogok eksistensial lawan kekuasaannya. Oleh lantaran itu, Filipina mempunyai seorang majikan yg mengambil bilik kepada perundingan maka kontribusi biasa atas jam ini memutar dibutuhkan.

Perang remedi meninabobokan sebagai bertingkat sudah menciptakan pilar institusional maka retoris yg mengizinkan bentuk-bentuk kekejaman parak: pemanfaatan Undang-Undang Anti-Terorisme tarikh 2020 maka ‘karakter bangkang’ kepada terpaku antitesis; kesulitan yg mengembung semenjak komune muhajir kerumahtanggaan lantaran sumur gerakan dialihkan semenjak darurat yg sebun dekat Marawi maka Tacloban; maka kekejaman persisten maka invasi pembentukan lawan nasion tradisi maka pelopor dunia. Perang Duterte menyapu bersih narkoba sudah diperdebatkan kepada menunaikan peringkat pembunuhan.

Kematian maka disinformasi lantaran ‘infodemik’

Pandemi serupa dimediasi sama kerangka disinformasi yg tersiar dekat Filipina. Kombinasi melumpuhkan semenjak militerisme maka disinformasi sudah sehat tinggi memecah-belah maka melelapkan antitesis ketatanegaraan, maka tinggi represi benua sebagai makin global. Selama para tarikh ujung, kerakyatan Filipina persisten rawan maka dirusak sama penerapan yg kuat maka menumpuk dengan penyiaran penjelasan yg terbalik maka disinformasi. Sebuah pengkajian sudah mengunjukkan dengan cara apa konten yg genting, pengikut, maka terkurasi diproduksi maka diedarkan sama “bapak disinformasi polikel”, terbilang influencer, selebriti online, satuan kerja kerumahtanggaan politisi, maka kongsi pemasaran. Para aktor ini sudah mempersenjatai internet kepada menolong maka menolong bedah rezim Duterte tinggi merancang maka mengerah senarai ketatanegaraan maka angkatan bersenjata.

Hasil jelas semenjak mempersenjatai kebijakan perantara kemasyarakatan yakni terpaku variasi putusan. Troll berbayar, kawanan bot, maka berbagai ragam kedudukan warta bikinan yg dijalankan sama pembantu Duterte sudah memberlakukan maka melanyak perseorangan maka lembaga. Misalnya, atas tarikh 2018, Maria Ressa, chief executive Rappler, sebagai mangsa “trolling chauvinistis” yg disponsori benua, perkataan misoginis, maka kaul kegeraman. Sementara itu, penguasa Filipina berikhtiar mencabut persetujuan Rappler atas 2018. Khususnya atas 2020, peserta kongres Filipina menolak tambahan waralaba kepada ABS-CBN, sebuah kongsi pengumuman Filipina yg serupa menghakimi aturan mengendalikan Duterte.

Misinformasi maka disinformasi serupa berakhir atas denyut oknum Filipina lasak tinggi kondisi dalam negeri maka transnasional. Sebuah pengaduan mengunjukkan bahwa oknum Filipina menunaikan sama 4 arloji maka 15 menit setiap musim dekat berbagai ragam terusan perantara kemasyarakatan. Platform online ini serupa sudah digunakan kepada menegakkan rangkaian sempang pegiat Filipina dekat perantau desa (OFW) maka regu mereka. Bagi sepuluh juta oknum Filipina yg terpencar dekat sekujur manjapada, perantara kemasyarakatan maka operasi seluler sudah sebagai kesempatan yg mustahak penting kepada regular terhubung ke wisma. Namun, terusan ini bertindak demi kedudukan unggul kepada melahirkan maka menebarkan penjelasan bikinan. Misalnya, sebuah menggali ilmu mengenai pemilu Filipina 2019 mengunjukkan dengan cara apa OFW sebagai mangsa komune online yg menebarkan kelancungan maka konten manipulatif.

Baru-baru ini, ‘infodemik’ sudah mencagun seperjalanan bersama-sama endemi COVID-19. Penyebaran hoax maka filosofi intrik mengenai COVID-19 maka serbuan lawan ketulusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) balik membaktikan seluruh oknum yg sudah berlalu tinggi endemi maka regu yg mereka tinggalkan. Dalam dunia digital yg dikacaukan sama kebohongan maka ketidakakuratan, oknum diberikan pemaparan yg belaka memvalidasi kepercayaan mereka yg suah tumbuh sebelumnya maka menjelaskan pengetahuan yg memantulkan dunia terus maupun kopet mereka. Hal ini melaksanakan semakin sepertinya pecah mereka yg mempunyai prestise supremasi maka sah khusus kepada mengikhlaskan (maka bukan bertalian) semenjak hakikat getir yg dihadapi jutaan oknum Filipina.

Kontra-revolusi Filipina semenjak buat

Setelah kalah menyatukan korpus reaktif yg sebagai bergairah menolong kebijakannya, Duterte mengepalai perjuangan semenjak buat ke sisi belakang kepada menjungkirbalikkan penyusunan kerakyatan bebas.


Penggunaan teknologi digital atas jam darurat becus mendatangkan ambivalensi yg menumpuk dekat sempang oknum Filipina. Di mono- segi, konektivitas online yg makin boyas mengizinkan preservasi rangkaian rapat sebagai transnasional. Namun, konektivitas yg persis berpotensi digunakan kepada mendistorsi penangkapan mengenai ketenteraman kemasyarakatan, sah baku bani Adam, maka periode haluan batang tubuh maka regu menjalani kaca teror. Menyangkut endemi, disinformasi yg terpencar selebu perlahan tapi sehat menewaskan mereguk baku mengakui maka kontribusi biasa tinggi nasion Filipina. Ini dilakukan bersama-sama mengerik keleluasaan oknum Filipina ke penjelasan yg becus diandalkan maka sah mereka kepada mekar dekat bilik kerakyatan. Yang terutama, disinformasi menanggang oknum Filipina kepada merenung ketidaksetaraan sistemis, marginalisasi maka pemerasan yg mengikut-sertakan kita seluruh. Tidak tumbuh mono- oknum juga maupun “anak bedil argentum” yg sebagai aneh becus menaklukkan — tinggi heksa rembulan — segala sesuatu yg sudah dibangun sepanjang para dasawarsa sama skema ketatanegaraan maka perniagaan dekat Filipina. Ini hendak menggembala hewan, krida bersama-sama maka terserang respons bersama-sama.

Hentikan genosida; hentikan oknum perkasa itu

Krisis becus menganjurkan jendela tempo kepada memulihkan pembengkakan kronis yg dilakukan sama penguasa ini, maka memulihkan pujian yg tertinggal. Kematian maka genosida sepertinya biasa-biasa cuma masa ini walakin bukan layak diterima: bukan masa ini maka bukan dekat periode haluan. Ada kepentingan kepada membentangkan remedi yg becus menjarah balik, mengungsikan maka menyelesaikan kerakyatan. Ketika endemi COVID-19 bersanggit bersama-sama epidemi melumpuhkan Duterte, ahli Filipina dihadapkan atas kursus yg nyata yg becus dibawa ke pemilu berikutnya.

Pertama, bukan tumbuh jalan tol mendekati penyembuhan “kuat” maka dibutuhkan rezim maka kepemimpinan yg menyeluruh kepada mengonkretkan pemulihan yg kawi periode maka “kawi darurat”. Ke haluan, oknum Filipina sepertinya makin terbata-bata maka ragu lawan getah perca majikan yg berucap kepada melancarkan segalanya minus menuntut terserang respons bersama-sama maka menghaki beraneka warna ketukangan semenjak orang banyak Filipina. Secara ijmal, awak serupa merenung keberatan yg dipimpin teruna terbaik semenjak terasing ibarat dekat AS, maka makin kental dekat benua jiran Thailand maka Myanmar, lawan kekejaman penjaga keamanan maka angkatan bersenjata dengan kekuatan maka skema yurisdiksi angkatan bersenjata yg suah tertinggal periode. Sementara peraturan mereka sepertinya jelas tidak terhindarkan jam ini, etnik kecil mengepalai tinggi menyampaikan suruhan yg nyata: mite ‘oknum perkasa’ suah bukan tumbuh semula.

Kedua, genosida sebagai bukan terus dimungkinkan sama fragmentasi ketatanegaraan maka perpisahan nasion yg dipercepat sama teknologi digital. Apa yg sah memutar sehat tinggi terpaku lagak-lagu bersama-sama yakni pembingkaian kesertaan ketatanegaraan tinggi sebutan ketatanegaraan “kemah” maka komitmen — kita versus mereka / DDS versus Dilawan—Bukan dekat sisi belakang label pemersatu “oknum Filipina. ” Keberhasilan Duterte tinggi menunaikan dambaan populis start kepada sebagai ‘majikan yg perkasa’ yakni rakitan semenjak kehampaan sebelumnya tinggi mengetahui darurat dekat sisi belakang rezim Aquino. Daripada merenung Duterte maka Aquino demi antitesis, kita usah merenung kelangsungan kekejaman sempang dobel bentuk kepemimpinan yg berselisih.

Ketiga, keinsafan maka resistansi rezim oknum perkasa Duterte tergantung bersama-sama eksploitasi seksisme yg memedomani, kegeraman lawan perempuan, martabat maka praduga regional tinggi nasion Filipina. Jelas, kegeraman lawan wanita Duterte bukanlah benih tertawaan. Lelucon pemerkosaan bukan jenaka maupun bukan genting. Pidatonya melahirkan sisi semenjak, maka meluluskan penghidupan, kekejaman kemasyarakatan. Akhirnya, jalan tol kepada menyetop genosida hendak berjarak maka runyam, walakin usah. Tantangan aturan mengendalikan ke haluan hendak semakin lingkungan maka runyam. Langkah yg hebat diperlukan ke preskripsi ini yakni menandai maka mengobati semenjak depresi bersama-sama tinggi proporsi transnasional. Kemudian darma menitikberatkan balik tenaga kepada mengelola majikan maka senarai ketatanegaraan hangat becus dimulai.