Warga negeri ‘bertuah’ lainnya? ‘Badge Lady’ merebut biar petisi perbicaraan dibatalkan berkat beliau selayaknya menyandang “kekuatan demi anggota negeri”

Singapura — Phoon Chiu Yoke, ataupun hawa yg masa ini dikenal demi “Badge Lady”, pulang masuk dekat perbicaraan atas Selasa (15 Juni) terpaut kelah yg dihadapinya berkat tak mencantumkan kedok berarti bermacam rupa momen.

Dia merebut biar tuduhannya dibatalkan bersama memetik “kekuatan demi anggota negeri” bersama menyuntikkan bahwa beliau ialah eks opsir Angkatan Bersenjata Singapura (SAF).

Phoon, 53, dibebaskan oleh rungguhan S$8.000 atas 9 Juni sesudah beliau ditahan dekat Institute of Mental Health (IMH) semasa sepasang minggu.

Dia menyuntikkan bahwa beliau terendong demi “eks penuntut” bersama demi kesaksian bagi perkara yg tak ditentukan dekat SAF bersama beliau tak boleh menahan kasusnya momen ini dekat perbicaraan kasar minus “syak” bersama mendatangkan menderita perasaan rendah diri pada SAF bersama Pemerintah Singapura. .

Phoon, yg tak terwakili, mengungkapkan pada Hakim Distrik Janet Wang: “Saya menghendaki biar segala aduan ini dibatalkan. Saya ialah eks opsir militer bahar dekat SAF … Saya ialah eks penuntut perkara bersama kesaksian fokus, tak harus potong ana bagi menyandang kongres yg sewajarnya berkat segala perkara ini sebelumnya.

Hakim Wang mengungkapkan kepadanya bahwa beliau harus embuh melacak petunjuk dasar bersama menolak perkara itu tenggat Juli. Phoon stabil langgas oleh rungguhan sejumlah S$8.000.

Phoon momen ini menahan tujuh kelah, heksa dekat antaranya berkat tak mencantumkan kedok dekat front kasar yg membentus ketetapan Covid-19.

Selama penampilannya dekat perbicaraan atas 24 Mei, Phoon bersarang minus mencantumkan kedok. Namun, sesudah menginsafi pemotret pers, beliau melilitkan masker dekat iso- kuping. Seorang pengawas ketenangan terus menyuruhnya bagi mencantumkan masker oleh sehat bersama beliau takwa.

Di hadirat Hakim Distrik A Sangeetha, Phoon muncul dekat sandaran bersama mengepas memerdekakan topengnya tapi diperingatkan sama juri.

Saat membelakangi Pengadilan Negeri, Phoon memerdekakan topengnya bersama mesem atas paruh pemotret momen beliau berlanjut mengarah bintik penjemputan.

Paramjeet Kaur, 41, “perempuan bertuah” yg selaku warta terbaik warsa lewat, dijatuhi tentangan kurungan sepasang minggu bersama hukuman S$2.000 atas 7 Mei. Dia menanggung bersalah pada iso- aduan tiap-tiap berkat bubar mencantumkan kedok dekat penghidu bersama mulutnya. momen beliau berpengaruh dekat asing kediamannya, bersama bagi provokasi massa.

Lima kelah lainnya dipertimbangkan sama Hakim Distrik Ronald Gwee semasa tentangan. Tiga dekat antaranya berkat membentus lembaga Covid-19.

Selama seluruh minggu perdana pemutus gerak warsa lewat, Kaur menyongsong petugas keamanan oleh menyauk gambar bergerak mereka sesudah mereka menghentikannya berkat tak mencantumkan kedok ke rekan.

Dia berargumen, “Saya bertuah,” bersama mendesak bahwa dasar tak berbuat untuknya.

Setelah ini, beliau ditangkap bersama didenda. Pada 3 Mei beliau difilmkan masih, bercekcok oleh orang-orang dekat sekitarnya terhadap dasar.

“Baca undang-undangnya,” beliau terbetik berkecek pada seseorang berarti gambar bergerak yg selaku viral.

Dia menyuntikkan bahwa beliau sebelumnya dihadapkan sama petugas keamanan bersama mendesak bahwa beliau pernah lulus minus tentangan.

“Saya mau mengungkapkan gambar bergerak petugas keamanan dekat sini, keadaan yg simetris, mengepas melepas ana bersama terus membawa siuh, minus fatwa, minus hukuman,” katanya, seluruhnya masih mendesak kedaulatannya.

Setelah kedua peristiwa termaktub, Kaur menahan heksa kelah.

Empat dekat antaranya didakwa membentus lembaga Covid-19. Salah satunya berkat selaku provokasi massa bersama yg bungsu berkat tak memproklamasikan modifikasi target rumahnya. /TISG

Ikuti abdi dekat Media Sosial

Kirimkan warta Anda ke [email protected]

Tidak visibel tag bagi posting ini.