WhatsApp Pergi ke Pengadilan menyongsong Penindasan Media Sosial India

WhatsApp properti Facebook samar plus akal mendapatkan membayangi perintah dan gelogok kegiatan pidana seandainya kandas memenuhinya.

Kasusnya, yg diajukan ke Pengadilan Tinggi Delhi bersama diperoleh AFP, memadahkan propaganda penguasa “menyalahi lurus pokok privasi bersama keleluasaan bertutur sejak ratusan juta anak yg menyedot WhatsApp” pada India.

“Warga tiada mau bertutur plus nonblok akibat gemang hubungan diri mereka mau dilacak bersama digunakan mendapatkan menyongsong mereka,” tambahnya.

Sidang mula-mula kuasa diadakan minggu ini. WhatsApp, yg mendesak 500 juta konsumen pada India, merebut pidana mendapatkan membentangkan kesetiaan itu tiada konstitusional.

Perusahaan memadahkan mau kukuh bergerak kembar plus “amanat pedoman yg formal” mendapatkan mencapai penerangan sejak bagian berhak.

Facebook bersama Google memadahkan mereka masih bergerak mendapatkan menjalankan kompas termaktub biarpun mereka sudah mengungkai pembahasan plus bagian berhak.

Kelompok usaha dagang India pula merebut penguasa mendapatkan memerosokkan pelaksanaan kesetiaan, yg pasrah bagian berhak diperlukan mendapatkan mereka cipta kongsi saluran kemasyarakatan makin bertanggung balasan bersama menyarak pengedaran “pengumuman tiruan”.