Zhang Yimou didenda S$1,5 juta akibat menyaruk kebijaksanaan wahid arek dalam China

Saat ini, Cina tengah merasakan bab lewat susun fertilitas yg merendah selanjutnya komunitas yg menua sepantun dalam bertimbun kesultanan dalam globe. Tingkat terjadinya China langsung ringkas kendatipun kebijaksanaan wahid arek yg polemis suah dihapus ala warsa 2016. Beijing lambat menyetujui kembaran yg telah menikah kepada menyandang sepasang arek, tapi itu pula kagak sepan. Pemerintah China memublikasikan pasar kalakian bahwa kembaran yg telah menikah kini diizinkan menyandang sempadan tiga arek, entitas yg sudah dihukum sama pencipta gambar hidup tersohor Zhang Yimou dalam periode kalakian.

Pria berumur 71 warsa itu didenda 7,48 juta yuan (S$1,5 juta) ala warsa 2014 akibat menyaruk kebijaksanaan wahid arek lewat menyandang sepasang “arek yg mubazir” – sepantun yg beliau tuliskan tinggi warkat pinta maafnya yg terungkap – lewat istrinya Chen Ting, 39. Zhang selanjutnya Chen Ting menyandang sepasang anak — Yinan, 20, yg membentuk pengelola sepantun ayahnya, selanjutnya Yiding, 17 — selanjutnya seorang puti, Yijiao, 14, ikut 8days.sg.

Ketiga arek terkandung jebrol sebelum Zhang Yimou selanjutnya Chen Ting selaku formal membukukan ijab kabul mereka ala warsa 2011. Chen Ting meneruskan Weibo kepada memberikan deklarasi bahwa kembaran sanggup menyandang tiga arek. Dia memposting klise pariwara selanjutnya mencatat, “Tugas rampung kian acap semenjak program.”

Zhang Yimou selanjutnya istrinya Chen Ting. Gambar: YouTube

Akun pedepokan pekerjaan Zhang Yimou lambat mengalokasikan postingan Chen Ting selanjutnya memberi tiga emoji flexed-biceps selaku bentuk gendongan.

Namun, berbilang netizen kagak tenang lewat postingan Chen Ting selanjutnya sambutan Yimou. Mereka menukas kembaran itu asa mengepas menekan penguasa biar membalikkan harta ganti rugi S$1,5 juta mereka.

“Karena Direktur Zhang kekar menyaruk kebijaksanaan wahid arek, apakah ia kekar memeras pula 7,48 juta yuan?” wahid mengejek.

Chen Ting saja dikecam akibat plural pertimbangan beda, sepantun menyangka menyandang arek selaku “darma” (ayolah, itu kagak terlampau tinggi) selanjutnya akibat berat mangkak lewat “pencapaiannya” kali ia “jelas-jelas menyaruk norma”./ TISGFikuti ego dalam Media Sosial

Kirimkan deklarasi Anda ke [email protected]